<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7792526007100541282</id><updated>2012-02-16T10:34:38.700-08:00</updated><category term='biologi'/><category term='Mars had large oceans'/><category term='KIMIA'/><category term='penelitian ilmiah HEWAN NOCTURNAL'/><category term='MENYIMPAN FILE'/><category term='ANATOMI MANUSIA'/><category term='Intermezo'/><title type='text'>sains</title><subtitle type='html'>sains adalah pelajaran yang berhubungan dengan penguasaan ilmu alam</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://sainsilmualam.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7792526007100541282/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sainsilmualam.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>wirahadi saputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09544355496842078384</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_59gGMO1Pf-o/S7gng_2ijpI/AAAAAAAAAH4/wHZGuyqQ9Sk/S220/IMG_0392.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>8</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7792526007100541282.post-4419248013817070911</id><published>2010-04-03T21:56:00.000-07:00</published><updated>2010-04-03T23:41:51.444-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='penelitian ilmiah HEWAN NOCTURNAL'/><title type='text'>makalah biologi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_59gGMO1Pf-o/S7gq7PxQATI/AAAAAAAAAIY/Gz_Xz5-MySc/s1600/tyto-alba4.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 286px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_59gGMO1Pf-o/S7gq7PxQATI/AAAAAAAAAIY/Gz_Xz5-MySc/s320/tyto-alba4.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5456158145893105970" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kerajaan :       Animalia&lt;br /&gt;Filum       :       Chordata&lt;br /&gt;Kelas       :       Aves&lt;br /&gt;Ordo       :       Strigiformes&lt;br /&gt;Famili      :       Strigidae&lt;br /&gt;Genus     :      Tyto&lt;br /&gt;Spesies   :      Tyto alba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;. Cara Pengawetan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan-bahan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.Air Masak  : 1,5 gelas&lt;br /&gt;b.Arsencium   : 325 gram&lt;br /&gt;c.Potas   : 125 gram&lt;br /&gt;d.Kapur Barus  : 50 Gram&lt;br /&gt;e. Natrium    : (diukur) 320 Gram&lt;br /&gt;f. Formalin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara Membuatnya :&lt;br /&gt;1.Bahan No.a,b dan c dipanaskan dan diaduk sampai rata.&lt;br /&gt;2.Bahan No.d,e,dan f dicampur dengan larutan No.1 sampai betul-betul rata.&lt;br /&gt;3.ambil burung yang akan diawetkan,semua isi rongga perut/dada dibuang.&lt;br /&gt;4.Masukkan obat tersebut ke seluruh kulit bagian dalam.&lt;br /&gt;5.Kemudian dijemur di bawah terik matahari.Pada waktu hampir kering diatur                                 dulu posisi burung sampai dianggap baik,kemudian dijemur lagi sampai benar-      benar kering.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan :&lt;br /&gt;Bahan-bahan di atas bisa didapatkan di apotik.Di samping burung juga dapat digunakan untuk hewan-hewan lain seperti : ular,tupai,musang dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Habitat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serak jawa (Tyto Alba) yang umum didapati di wilayah berpohon, sampai dengan ketinggian 1.600 m dpl. Di tepi hutan, perkebunan, pekarangan, hingga taman-taman di kota besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering bertengger rendah di tajuk pohon atau perdu, berbunyi-bunyi dengan memilukan, atau bersahutan dengan pasangannya. Sewaktu-waktu terjun menyambar mangsanya di permukaan tanah atau vegetasi yang lebih rendah. Sering pula berburu bersama dengan anak-anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serak jawa (Tyto Alba) memangsa aneka serangga malam, seperti ngengat dan belalang; kodok; dan juga burung kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telur sekitar 2-3 butir, putih, hampir bulat; diletakkan dalam sarangnya di lubang pohon, di sela pelepah kelapa, atau di rumpun bambu. Di Jawa Barat berbiak antara Februari sampai Juni, di Jawa Tengah antara Nopember sampai Januari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serak jawa (Tyto Alba) menyebar luas di Asia Tenggara, Filipina, Kalimantan, Sumatra, Jawa dan Bali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. Ciri-ciri Morfologi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;. Berukuran besar (34cm), mudah dikenali sebagai burung habtu putih. Muka putih berbentuk hati dan lebar. Tubuh bagian atas kuning bertanda merata, tubuh bagian bawah putih dengan bintik-bintik hitam keseluruhan. Warna umumnya bervariasi. Remaja kuning lebih gelap. Iris coklat, paruh dan kaki kuning lebih kotor.&lt;br /&gt;Bulu lembut, berwarna tersamar, bagian atas berwarna kelabu terang dengan sejumlah garis gelap dan bercak pucat tersebar pada bulu. Ada tanda mengkilat pada sayap dan punggung. Bagian bawah berwarna putih dengan sedikit bercak hitam, atau tidak ada. Bulu pada kaki jarang-jarang. Kepala besar, kekar dan membulat. Wajah berbentuk jantung, warna putih dengan tepi coklat. Mata menghadap kedepan, merupakan ciri yang mudah dikenali. Iris mata berwana hitam. Paruh tajam, menghadap kebawah, warna keputihan. Kaki warna putih kekuningan sampai kecoklatan. Jantan-betina hampir sama dalam ukuran dan warna meski betina seringkali lebih besar 25%. Betina dan hewan muda umumnya punya bercak lebih rapat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang hari istirahat di dalam lubang gelap di pohon, rumah, gua, atau vegetasi rapat. Muncul senja hari melewati daerah terbuka. Terbang umumnya berteriak dengan kepakan tanpa suara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanan: tikus, kelelawar, katak, reptil, serangga besar. Bersarang pada lubang pohon atau rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan Burung Hantu aktif saat senja dan subuh (nokturnal). Menghabiskan siang hari bertengger dengan tenang. Umumnya mereka bertengger sendiri atau berpasangan, tapi dapat juga berkelompok saat diluar musim berbiak (kelompok Burung Hantu disebut dengan parlemen).&lt;br /&gt;Aktivitas harian Burung Hantu dimulai dengan membersihkan, menggeliat, menguap dan menggaruk kepala dengan cakarnya. Bulu-bulu seringkali disisir dan sayap dibersihkan dengan kaki atau paruh. Burung hantu kemudian meninggalkan tempat bertengger, kadang dengan bersuara (khususnya saat musim berbiak).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Burung Hantu mempunyai bahasa tubuh yang sangat ekspresif. Kebanyakan jenis akan memutar-mutar kepalanya jika penasaran dengan sesuatu. Hal ini merupakan bukti tentang kemampuan mereka dalam kemampuan memandang 3 dimensi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kondisinya santai, bulu-bulunya menjadi kendur dan mengembang. Jika seekor burung menjadi gelisah, maka akan nampak lebih langsing, bulu-bulunya ditarik merapat ketubuh, dan yang mempunyai bulu telinga akan ditegakkan. Burung Hantu Kerdil akan mengangkat dan menggoyang ekor kesamping jika merasa gelisah atau terkejut. Burung Hantu Kecil akan menggoyang tubuh keatas dan kebawah jika gelisah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat melindungi anak atau dirinya sendiri, burung ini akan menunjukkan pose menyerang atau bertahan, dengan bulu dikembangkan untuk memperbesar penampakan ukuran. Kepala direndahkan, dan sayap dibentangkan kearah bawah. Beberapa jenis menjadi agresif saat bersarang dan dapat menyerang manusia.&lt;br /&gt;Telur berwarna putih,jumlah3-4butir.Berbiak di musim penghujan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karakter Warna dan Pola Bulu Tyto alba&lt;br /&gt;Secara umum, pola dan warna kriptik Burung Hantu memungkinkan untuk menyatu dengan keadaaan sekitarnya, untuk bersembunyi dari potensi bahaya. Hal ini khususnya penting bagi burung nokturnal, karena mereka perlu tetap bersembunyi saat bertengger di siang hari.&lt;br /&gt;Saat terancam, seekor burung seringkali menunjukkan pose melindungi, dengan mata tertutup, bulu telinga terangkat, dan bulu yang merapat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_59gGMO1Pf-o/S7gvvbeb41I/AAAAAAAAAIg/bz8s6g_yHOg/s1600/owl+in+hole.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 283px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_59gGMO1Pf-o/S7gvvbeb41I/AAAAAAAAAIg/bz8s6g_yHOg/s320/owl+in+hole.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5456163440435127122" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulu telinga tidak ada kaitannya dengan pendengaran, hanya berupa bulu tampilan saja, digunakan untuk menunjukkan suasan hati, seperti takut, marah dan terkejut. Ini juga membantu berkamuflase. Penting juga untuk dicatat meskipun burung dari satu jenis nampaknya mirip, namun tiap-tiap individunya memiliki sedikit perbedaan pola tanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karakter Sayap dan Kemampuan Terbang Tyto alba&lt;br /&gt;Kebanyak Burung Hantu memiliki sayap yang besar dan membulat. Sayapnya lebar, dengan luas permukaannya besar relatif terhadap bobot tubuh. Ini memungkinan mereka untuk terbang melayang dan dengan sedikit usaha, tanpa perlu banyak mengepakkan sayap dan kehilangan energi. Mereka dapat melayang dengan mudah dan terbang dengan pelan untuk periode waktu yang lama. Banyak jenis menggunakan terbang pelan ini untuk berburu mangsa permukaan daratan dari atas udara. Terbang senyap membuat burung mampu menangkap mangsa tanpa ketahuan, dan juga menggunakannya untuk menentukan mangsa potensial. Adaptasi ini tidak selalu dijumpai pada semua Burung Hantu, khususnya yang berburu di siang hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_59gGMO1Pf-o/S7gxEHJvb8I/AAAAAAAAAIo/PUD1wbzxuMw/s1600/serak_jawa19.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 262px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_59gGMO1Pf-o/S7gxEHJvb8I/AAAAAAAAAIo/PUD1wbzxuMw/s320/serak_jawa19.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5456164895268499394" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karakter Bulu Tyto alba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Burung memiliki lima tipe bulu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Bulu Kontur yang menutupi tubuh, sayap (remiges) dan ekor (retrices)&lt;br /&gt;   2. Bulu Bawah, bersifat lembut memerangkap udara dan membuat&lt;br /&gt;       lapisan   insulator pada tubuh.&lt;br /&gt;   3. Semiplume, berfungsi mengisi antara bulu kontur dan bulu bawah.&lt;br /&gt;   4. Bristle, adalah bulu kecil dengan ceruk kaku dengan kait pada bagian &lt;br /&gt;      dasar atau tidak ada sama sekali. Bristle umumnya berada pada sekitar&lt;br /&gt;      dasar paruh, mata, dan kelopak.&lt;br /&gt;   5. Filoplume, bulu yang seperti rambut yang terdiri atas ceruk yang sangat halus, &lt;br /&gt;      dengan sedikit kait pendek diujungnya. Umumnya ditutupi oleh bulu &lt;br /&gt;      lain, sehingga dapat diatur dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Burung Hantu memiliki sedikit bulu bawah, tapi punya kait pada bagian bulu kontur dekat dengan kulit. Kebanyakan bulu Burung Hantu memiliki desain khusus. Disekitar wajah terdapat bulu cakram wajah yang kaku (ruff), bulu mahkota, bulu penutup telinga, dan juga bulu sekitar paruh. Kaki memiliki tendril yang berbulu, yang berguna sebagai penutup, membantu burung bereaksi terhadap obyek yang ditangkap, misal mangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adaptasi paling unik dari bulu Burung Hantu adalah ujung bulu primer sayap, yang seperti sisir. Pada kondisi penerbangan normal, udara bergejolak dipermukaan sayap, menciptakan turbulensi, dan menimbulkan suara. Dengan model sayapnya, ujung bulu sayap bentuk sisir, mematahkan turbulensi menjadi mikroturbulen. Hal ini efektif untuk meredam suara gejolak udara dipermukaan sayap dan memungkinkan burung untuk terbang tanpa suara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_59gGMO1Pf-o/S7gxqVEd8GI/AAAAAAAAAIw/oA8IFN_GVzY/s1600/feather_longeared.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 301px; height: 205px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_59gGMO1Pf-o/S7gxqVEd8GI/AAAAAAAAAIw/oA8IFN_GVzY/s320/feather_longeared.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5456165551839506530" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karakter Sarang pada Tyto alba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada sudut pandang yang sempit, Burung Hantu tidak membangun sarang seperti burung penyanyi. Mereka merupakan pemakai sarang oportunis, menggunakan sarang yang sudah ada atau mengambil alih sarang yang ditinggalkan burung lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Burung Hantu yang berbiak dilahan terbuka seringkali bersarang ditanah. Burung Hantu Salju bersarang di lubang tanah, dimana betinanya akan menggali dan melapisi dengan material tanaman. Burung Hantu Telinga Pendek seringkali bersarang di rerumputan. Burung Hantu Telingan panjang dan Tawny bersarang di pohon. Lubang di pohon adalah tempat favorit untuk kebanyakan jenis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa jenis, khususnya Tyto, mampu menempati tempat buatan manusia yang mirip dengan lubang pohon. Sarang Gagak dan burung pemangsa lain yang sudah ditinggalkan, juga merupakan tempat pilihan. Hanya sedikit atau tidak ada usaha sama sekali untuk memperbagus konstruksi pembuat sarang sebelumnya. Celah batuan juga digunakan oleh beberapa jenis burung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tyto alba berbiak setiap saat sepanjang tahun, tergantung suplai makanan. Pada tahun yang baik, dapat berbiak dua kali setahun. Ledakan hama tikus dapat menyebabkan populasi burung ini meningkat secara dramatis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama percumbuan, jantan berputar sekitar pohong dekat sarang, sambil menyuarakan deritan dan koaran. Kebanyakan Tyto alba bersarang di lubang pohon sampai ketinggian 20 meter. Mereka juga dapat bersarang pada bangunan tua, gua, dan ceruk sumur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stuktur Anatomi&lt;br /&gt;Anatomi Kaki dan Cakar Tyto alba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_59gGMO1Pf-o/S7g0KrwRIDI/AAAAAAAAAI4/4a4fjaUqZlM/s1600/Tyto+alba+footpads.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 207px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_59gGMO1Pf-o/S7g0KrwRIDI/AAAAAAAAAI4/4a4fjaUqZlM/s320/Tyto+alba+footpads.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5456168306707865650" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaki Burung Hantu memiliki empat jari. Saat terbang, tiga jari mengarah kedepan dan satunya kebelakang. Saat hinggap, atau mencengkeram mangsa, bagian ujung jari tiap kaki akan melengkung kearah samping. Hal ini dimungkinkan karena adanya sendi yang fleksibel.&lt;br /&gt;Cakar Burung Hantu sangat kuat, karena digunakan untuk menangkap mangsa. Struktur tulang kakinya pendek dan kuat, sama dengan tulang pada burung lain. Ini berguna sebagai penahan dari tekanan mangsa. Saat menyerang mangsa, cakarnya direntangkan lebar untuk memperbesar peluang keberhasilan serangan.&lt;br /&gt;Panjang, ketebalan dan warna cakar sangat beragam antar jenis Burung Hantu, tapi semua mempunyai cakar yang sangat tajam. Warnanya berkisar dari hampir hitam, kelabu, sampai kuning gading.&lt;br /&gt;Bagian bawah kaki ditutupi oleh permukaan kasar yang membantu menahan mangsa atau bertengger. Tyto alba juga memiliki gurat-gurat dibagian bawah jari tengah untuk membantu menahan mangsa dan juga untuk grooming.&lt;br /&gt;Seperti halnya burung pemangsa lainnya, Burung Hantu memiliki mekanisme penguncian di kakinya yang menjaga supaya jarinya terkunci pada tenggeran atau mangsa, tanpa memerlukan kontraksi otot.&lt;br /&gt;Pada beberapa jenis Burung Hantu, diketahui bahwa kaki ikut membantu menjaga suhu tubuh. Kelebihan suhu tubuh dipancarkan melalui dasar kaki, yang memiliki pembuluh darah ekstra.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7792526007100541282-4419248013817070911?l=sainsilmualam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sainsilmualam.blogspot.com/feeds/4419248013817070911/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sainsilmualam.blogspot.com/2010/04/makalah-biologi.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7792526007100541282/posts/default/4419248013817070911'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7792526007100541282/posts/default/4419248013817070911'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sainsilmualam.blogspot.com/2010/04/makalah-biologi.html' title='makalah biologi'/><author><name>wirahadi saputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09544355496842078384</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_59gGMO1Pf-o/S7gng_2ijpI/AAAAAAAAAH4/wHZGuyqQ9Sk/S220/IMG_0392.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_59gGMO1Pf-o/S7gq7PxQATI/AAAAAAAAAIY/Gz_Xz5-MySc/s72-c/tyto-alba4.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7792526007100541282.post-7593875062570673880</id><published>2009-03-31T04:21:00.000-07:00</published><updated>2009-03-31T04:31:09.987-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Intermezo'/><title type='text'>Kelelawar Kecil Menempel di Pesawat Discovery &amp; Ikut Keluar Angkasa</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_59gGMO1Pf-o/SdH906xuP5I/AAAAAAAAADw/1tFiXNZsJt0/s1600-h/19kalongdipesawatdiscovery.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 156px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_59gGMO1Pf-o/SdH906xuP5I/AAAAAAAAADw/1tFiXNZsJt0/s320/19kalongdipesawatdiscovery.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5319311720474099602" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_59gGMO1Pf-o/SdH9lLrUo9I/AAAAAAAAADg/orq412rXIjw/s1600-h/15242109dfsf.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 180px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_59gGMO1Pf-o/SdH9lLrUo9I/AAAAAAAAADg/orq412rXIjw/s320/15242109dfsf.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5319311450132751314" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat pesawat ulang-alik milik Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) diluncurkan, Minggu 15 Maret 2009, ternyata ada kelelawar kecil yang menempel di badan pesawat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si kelelawar kecil menggelantung di belakang tempat tangki bahan bakar pesawat luar angkasa tersebut. Padahal sebelumnya, pihak NASA sudah mengupayakan kelelawar itu bisa segera terbang sebelum pesawat diluncurkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, foto ketika pesawat itu meluncur memperlihatkan si kelelawar masih menggelantung di pesawat. Kelelawar itu berpegang erat pada pesawat hingga ke luar angkasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut gambar yang diambil dengan foto sinar infra merah, kelelawar malang itu masih sempat hidup. Ia tidak membeku seperti yang diperkirakan sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan gambar yang terlihat di video, seorang ahli menjelaskan keadaan kelelawar itu. Sayap kiri hewan kecil itu patah. Bahu dan pergelangan tangan kanannya juga cedera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sayang, kelelawar kecil itu tidak bisa bertahan hidup di luar angkasa. Ketika pesawat menembus atmosfer bumi, kelelawar malang itu pun akhirnya mati.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://nox-luv-lie.blogspot.com/2009/03/kelelawar-kecil-menempel-di-pesawat.html"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7792526007100541282-7593875062570673880?l=sainsilmualam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sainsilmualam.blogspot.com/feeds/7593875062570673880/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sainsilmualam.blogspot.com/2009/03/kelelawar-kecil-menempel-di-pesawat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7792526007100541282/posts/default/7593875062570673880'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7792526007100541282/posts/default/7593875062570673880'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sainsilmualam.blogspot.com/2009/03/kelelawar-kecil-menempel-di-pesawat.html' title='Kelelawar Kecil Menempel di Pesawat Discovery &amp; Ikut Keluar Angkasa'/><author><name>wirahadi saputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09544355496842078384</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_59gGMO1Pf-o/S7gng_2ijpI/AAAAAAAAAH4/wHZGuyqQ9Sk/S220/IMG_0392.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_59gGMO1Pf-o/SdH906xuP5I/AAAAAAAAADw/1tFiXNZsJt0/s72-c/19kalongdipesawatdiscovery.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7792526007100541282.post-3191574044540891081</id><published>2009-03-14T04:14:00.000-07:00</published><updated>2009-03-14T04:40:21.141-07:00</updated><title type='text'>CARA MEMBUAT NATA DE COCO</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;NATA DE &lt;st1:place st="on"&gt;COCO&lt;/st1:place&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;PENGERTIAN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 14.2pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Nata de coco adalah sejenis maknan yang banyak diproduksi di daerah Cianjur,Jawa Barat.Mulai dikenal di Indonesia pada tahun 1981,berasal dari Filipina dengan nama “nata de coco”.Nata de coco ini merupakan hasil fermentasi dari air kelapa oleh bakteri &lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;Acetobakter Xylinum&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 50.2pt; line-height: normal;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;1.    Alat dan bahan&lt;br /&gt;Alat dan bahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Blender&lt;br /&gt; Stoples                                           &lt;br /&gt; Nanas&lt;br /&gt; Air putih&lt;br /&gt;Saringan&lt;br /&gt;Pisau&lt;br /&gt;Gula Putih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.    Cara Kerja&lt;br /&gt;a.    Pembuatan bibit / Stater&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1)    Nanas dikupas dan dibersihkan,kemudian potong kecil-kecil dan dihancurkan dengan blender seperti membuat juice!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Nanas dibersihkan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nanas dipotong kecil dan di blender&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2)    Juice nanas di saring hingga tinggal ampasnya!Yakinkan sari nanas betul-betul terpisah dari ampasnya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juice nanas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juice nanas disaring hingga tersisa ampas yang kering&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3).  Campurkan sari nanas,air,dan gula dengan perbandingan 6 : 3 : 1,sampai tercampur merata!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saring nanas&lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;Sari nanas dicampur air dan gula kemudian diaduk hingga merata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4)     Masukan campuran kedalam botol,tutup rapat-rapat dan biarkan selama 2-3 minggu sampai terbentu lapisan putih diatas campuran tersebut!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Campuran di simpan dalam botol yang tertutup rapat dan biarkan selama 2-3 minggu&lt;br /&gt;          Sampai terbentuk lapisan putih diatas campuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5)    Lapisan putih ini adalah koloni Acetobakter Xylinum  merupakan bibit untuk membuat Nata de Coco.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Starter nata de coco dalam stoples&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 50.2pt; line-height: normal;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 50.2pt; line-height: normal;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 50.2pt; line-height: normal;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7792526007100541282-3191574044540891081?l=sainsilmualam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sainsilmualam.blogspot.com/feeds/3191574044540891081/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sainsilmualam.blogspot.com/2009/03/cara-membuat-nata-de-coco.html#comment-form' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7792526007100541282/posts/default/3191574044540891081'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7792526007100541282/posts/default/3191574044540891081'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sainsilmualam.blogspot.com/2009/03/cara-membuat-nata-de-coco.html' title='CARA MEMBUAT NATA DE COCO'/><author><name>wirahadi saputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09544355496842078384</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_59gGMO1Pf-o/S7gng_2ijpI/AAAAAAAAAH4/wHZGuyqQ9Sk/S220/IMG_0392.JPG'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7792526007100541282.post-1608738662637980303</id><published>2009-03-12T04:09:00.000-07:00</published><updated>2009-03-12T04:28:16.555-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MENYIMPAN FILE'/><title type='text'>Trik Menyimpan di Office 2003 dengan Format 97-2003 Secara Otomatis</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_59gGMO1Pf-o/SbjwAXpnDrI/AAAAAAAAADY/2OKgdmUlSdc/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 296px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_59gGMO1Pf-o/SbjwAXpnDrI/AAAAAAAAADY/2OKgdmUlSdc/s320/images.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5312259649622707890" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pada office 2007, jika kita menyimpan file di Office 2007 secara otomatis file-file tersebut akan tersimpan dengan extention docx, xlsx, pptx, dimana file ini tidak akan bisa di buka selain menggunakan Office 2007. Jadi ingat waktu pertama pakai Word 2007 di komputer teman yang berujung bikin bingung penjaga rental karena dapat costumer yang mau ngeprint tapi kok ga mau dibuka filenya. &lt;p&gt;Untuk menyimpan file tersebut supaya bisa juga di buka dengan menggunakan MS Office versi lain makan kita harus menggunakan menu Save As dan harus memilih versi 97 -2003. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Rupanya selain cara seperti ini kita juga dapat membuat configurasi agar penyimpanan file di Office 2007 dapat tersimpan secara otomatis di versi 97-2003 dengan menggunakan cara-cara beriku ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Word 2007&lt;br /&gt;1. Open Word 2007&lt;br /&gt;2. Press ALT + F to show the File menu&lt;br /&gt;3. Click Word Options&lt;br /&gt;4. Click Save in the left pane&lt;br /&gt;5. In the Save files in this format drop down box, select the following:&lt;br /&gt;Word 97-2003 Document (*.doc)&lt;br /&gt;6. Click OK.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Excel 2007&lt;br /&gt;1. Open Excel 2007&lt;br /&gt;2. Press ALT + F to show the File menu&lt;br /&gt;3. Click Excel Options&lt;br /&gt;4. Click Save in the left pane&lt;br /&gt;5. In the Save files in this format drop down box, select the following:&lt;br /&gt;Excel 97-2003 Workbook (*.xls)&lt;br /&gt;6. Click OK.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;PowerPoint 2007&lt;br /&gt;1. Open PowerPoint 2007&lt;br /&gt;2. Press ALT + F to show the File menu&lt;br /&gt;3. Click PowerPoint Options&lt;br /&gt;4. Click Save in the left pane&lt;br /&gt;5. In the Save files in this format drop down box, select the following:&lt;br /&gt;PowerPoint Presentation 97-2003&lt;br /&gt;6. Click OK.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7792526007100541282-1608738662637980303?l=sainsilmualam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sainsilmualam.blogspot.com/feeds/1608738662637980303/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sainsilmualam.blogspot.com/2009/03/trik-menyimpan-di-office-2003-dengan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7792526007100541282/posts/default/1608738662637980303'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7792526007100541282/posts/default/1608738662637980303'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sainsilmualam.blogspot.com/2009/03/trik-menyimpan-di-office-2003-dengan.html' title='Trik Menyimpan di Office 2003 dengan Format 97-2003 Secara Otomatis'/><author><name>wirahadi saputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09544355496842078384</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_59gGMO1Pf-o/S7gng_2ijpI/AAAAAAAAAH4/wHZGuyqQ9Sk/S220/IMG_0392.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_59gGMO1Pf-o/SbjwAXpnDrI/AAAAAAAAADY/2OKgdmUlSdc/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7792526007100541282.post-1870827722288660911</id><published>2009-03-04T07:44:00.000-08:00</published><updated>2009-03-04T07:52:36.281-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mars had large oceans'/><title type='text'>MYSTERY  OF MARS</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_59gGMO1Pf-o/Sa6igcll7QI/AAAAAAAAACw/xKgFUC7z5b8/s1600-h/070613_earth_hmed_11a.h2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 274px; height: 275px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_59gGMO1Pf-o/Sa6igcll7QI/AAAAAAAAACw/xKgFUC7z5b8/s320/070613_earth_hmed_11a.h2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5309359689029774594" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;Warping of Martian rock has hidden clear evidence of oceans&lt;/h2&gt;&lt;br /&gt;Since 1991, planetary scientists have floated the idea that Mars once harbored vast oceans that covered roughly one-third of the planet. Two long shore-like lips of rock in the planet's northern hemisphere were thought to be the best evidence, but experts argued that they were too "hilly" to describe the smooth edges of ancient oceans.&lt;p class="textBodyBlack"&gt;&lt;span id="byLine"&gt;&lt;/span&gt;The view just changed dramatically with a surprisingly simple breakthrough.&lt;/p&gt;&lt;p class="textBodyBlack"&gt;The once-flat shorelines were disfigured by a massive toppling over of the planet, scientists announced today. The warping of the Martian rock has hidden clear evidence of &lt;a href="http://www.space.com/php/multimedia/imagedisplay/img_display.php?pic=070613_mars_ocean_02.jpg&amp;amp;cap=A+view+of+Mars+as+it+might+have+appeared+more+than+2+billion+years+ago%2C+with+an+ocean+filling+the+lowland+basin+that+now+occupies+the+north+polar+region.+Credit%3A+Taylor+Perron%2FUC+Berkeley" target="_blank"&gt;the oceans&lt;/a&gt;, which in any case have been gone for at least 2 billion years.&lt;/p&gt;&lt;p class="textBodyBlack"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="textBodyBlack"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7792526007100541282-1870827722288660911?l=sainsilmualam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sainsilmualam.blogspot.com/feeds/1870827722288660911/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sainsilmualam.blogspot.com/2009/03/mystery-of-mars.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7792526007100541282/posts/default/1870827722288660911'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7792526007100541282/posts/default/1870827722288660911'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sainsilmualam.blogspot.com/2009/03/mystery-of-mars.html' title='MYSTERY  OF MARS'/><author><name>wirahadi saputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09544355496842078384</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_59gGMO1Pf-o/S7gng_2ijpI/AAAAAAAAAH4/wHZGuyqQ9Sk/S220/IMG_0392.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_59gGMO1Pf-o/Sa6igcll7QI/AAAAAAAAACw/xKgFUC7z5b8/s72-c/070613_earth_hmed_11a.h2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7792526007100541282.post-5705023231922507256</id><published>2009-02-08T00:39:00.000-08:00</published><updated>2009-02-08T00:55:47.608-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KIMIA'/><title type='text'>OKSIGEN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_59gGMO1Pf-o/SY6bXxYgrRI/AAAAAAAAABA/ATLXSGwDmaw/s1600-h/Liquid_Oxygen.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 155px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_59gGMO1Pf-o/SY6bXxYgrRI/AAAAAAAAABA/ATLXSGwDmaw/s320/Liquid_Oxygen.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300344644157091090" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;                                                                                      &lt;span style="font-size:78%;"&gt;   Warna oksigen cair adalah biru&lt;br /&gt;                                                                                                                                    seperti warna biru langit. Fenomena&lt;br /&gt;                                                                                                                                     ini tidak berkaitan; warna biru&lt;br /&gt;                                                                                                                                    langit disebabkan oleh&lt;br /&gt;                                                                                                                                                                                &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Penyebaran_Rayleigh&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Penyebaran Rayleigh (belum dibuat)"&gt;penyebaran Rayleigh&lt;/a&gt;.&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;Oksigen&lt;/b&gt; atau &lt;b&gt;zat asam&lt;/b&gt; adalah &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Unsur_kimia" title="Unsur kimia"&gt;unsur kimia&lt;/a&gt; dalam sistem &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tabel_periodik" title="Tabel periodik"&gt;tabel periodik&lt;/a&gt; yang mempunyai lambang &lt;b&gt;O&lt;/b&gt; dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nomor_atom" title="Nomor atom"&gt;nomor atom&lt;/a&gt; 8. Elemen sangat biasa dan ada di mana-mana, ditemukan tak hanya di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bumi" title="Bumi"&gt;Bumi&lt;/a&gt; tetapi di seluruh &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Alam_semesta" title="Alam semesta"&gt;alam semesta&lt;/a&gt;. Di Bumi, ia biasanya berikatan dengan elemen lain secara &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ikatan_kovalen" title="Ikatan kovalen"&gt;kovalen&lt;/a&gt; atau &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ikatan_ion" title="Ikatan ion"&gt;ionik&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Oksigen tidak terikat (juga disebut molekul oksigen, atau dioksigen, O&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Molekul_diatomik&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Molekul diatomik (belum dibuat)"&gt;molekul diatomik&lt;/a&gt;) pertama kali muncul dalam jumlah yang signifikan di Bumi selama era &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Paleoproterozoik&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Paleoproterozoik (belum dibuat)"&gt;Paleoproterozoik&lt;/a&gt; (antara 2,5 milyar tahun dan 1,6 milyar tahun lalu) sebagai produk dari aktifitas metabolik dari &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Organisme_anaerob" title="Organisme anaerob" class="mw-redirect"&gt;organisme anaerob&lt;/a&gt; awal (&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Archaea" title="Archaea"&gt;archaea&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bakteri" title="Bakteri"&gt;bakteri&lt;/a&gt;). Berlimpahnya oksigen bebas di atmosfer di epoch geologi berikutnya dan peningkatan konsentrasinya hingga tingkat saat ini terutama disebabkan sintesis oleh organisme &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fotosintesis" title="Fotosintesis"&gt;fotosintetik&lt;/a&gt;; sekitar tiga perempat dihasilkan oleh &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Alga" title="Alga"&gt;alga&lt;/a&gt; dan mikroorganisme hijau di laut, dan seperempat lagi oleh &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tumbuhan" title="Tumbuhan"&gt;tumbuhan&lt;/a&gt; di daratan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KARAKTERISTIK&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;Oksigen adalah satu dari dua komponen utama &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Udara" title="Udara"&gt;udara&lt;/a&gt;. Ia dihasilkan oleh tanaman selama fotosintesis, dan sangat diperlukan untuk pernafasan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Aerobik" title="Aerobik"&gt;aerobik&lt;/a&gt; pada hewan dan manusia. Kata oksigen diambil dari dua kata dalam &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Yunani" title="Bahasa Yunani"&gt;bahasa Yunani&lt;/a&gt;, &lt;i&gt;οξυς (oxys)&lt;/i&gt; (asam, tajam) dan &lt;i&gt;-γενης (-genēs)&lt;/i&gt; (dilahirkan). Pada awal abad ke-18, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Antoine_Lavoisier" title="Antoine Lavoisier"&gt;Antoine Lavoisier&lt;/a&gt; menggunakan nama oksigen dari akar bahasa Yunani karena dia percaya bahwa itu adalah komponen dari semua asam (definisi asam tersebut saat ini telah direvisi).&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;table style="width: 830px; height: 240px;" id="collapsibleTable0" class="navbox collapsible autocollapse"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;th colspan="32"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tabel_periodik" title="Tabel periodik"&gt;Tabel periodik&lt;/a&gt; &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Unsur_kimia" title="Unsur kimia"&gt;unsur kimia&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/th&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td style="background-color: LimeGreen;" width="3%"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hidrogen" title="Hidrogen"&gt;H&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td colspan="30" width="3%"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="background-color: LightskyBlue;" width="3%"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Helium" title="Helium"&gt;He&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td style="background-color: OrangeRed;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Litium" title="Litium"&gt;Li&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="background-color: DarkOrange;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berilium" title="Berilium"&gt;Be&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td colspan="24"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="background-color: Peru;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Boron" title="Boron"&gt;B&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="background-color: LimeGreen;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Karbon" title="Karbon"&gt;C&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="background-color: LimeGreen;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nitrogen" title="Nitrogen"&gt;N&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="background-color: LimeGreen;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;strong class="selflink"&gt;O&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="background-color: Khaki;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fluor" title="Fluor"&gt;F&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="background-color: LightskyBlue;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Neon" title="Neon"&gt;Ne&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td style="background-color: OrangeRed;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Natrium" title="Natrium"&gt;Na&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="background-color: DarkOrange;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Magnesium" title="Magnesium"&gt;Mg&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td colspan="24"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="background-color: DarkGray;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Aluminium" title="Aluminium"&gt;Al&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="background-color: Peru;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Silikon" title="Silikon"&gt;Si&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="background-color: LimeGreen;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fosfor" title="Fosfor"&gt;P&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="background-color: LimeGreen;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sulfur" title="Sulfur" class="mw-redirect"&gt;S&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="background-color: Khaki;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Klor" title="Klor"&gt;Cl&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="background-color: LightskyBlue;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Argon" title="Argon"&gt;Ar&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td style="background-color: OrangeRed;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kalium" title="Kalium"&gt;K&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="background-color: DarkOrange;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kalsium" title="Kalsium"&gt;Ca&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td colspan="14"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="background-color: LightCoral;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Skandium" title="Skandium"&gt;Sc&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="background-color: LightCoral;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Titanium" title="Titanium"&gt;Ti&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="background-color: LightCoral;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Vanadium" title="Vanadium"&gt;V&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="background-color: LightCoral;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kromium" title="Kromium"&gt;Cr&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="background-color: LightCoral;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mangan" title="Mangan"&gt;Mn&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="background-color: LightCoral;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Besi" title="Besi"&gt;Fe&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="background-color: LightCoral;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kobalt" title="Kobalt" class="mw-redirect"&gt;Co&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="background-color: LightCoral;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nikel" title="Nikel"&gt;Ni&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="background-color: LightCoral;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tembaga" title="Tembaga"&gt;Cu&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="background-color: LightCoral;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Seng" title="Seng"&gt;Zn&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="background-color: DarkGray;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Galium" title="Galium"&gt;Ga&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="background-color: Peru;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Germanium" title="Germanium"&gt;Ge&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="background-color: Peru;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Arsenik" title="Arsenik" class="mw-redirect"&gt;As&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="background-color: LimeGreen;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Selenium" title="Selenium"&gt;Se&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="background-color: Khaki;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bromin" title="Bromin" class="mw-redirect"&gt;Br&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="background-color: LightskyBlue;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kripton" title="Kripton"&gt;Kr&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td style="background-color: OrangeRed;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rubidium" title="Rubidium"&gt;Rb&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="background-color: DarkOrange;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Strontium" title="Strontium" class="mw-redirect"&gt;Sr&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td colspan="14"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="background-color: LightCoral;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Itrium" title="Itrium"&gt;Y&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="background-color: LightCoral;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Zirkonium" title="Zirkonium"&gt;Zr&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="background-color: LightCoral;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Niobium" title="Niobium"&gt;Nb&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="background-color: LightCoral;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Molibdenum" title="Molibdenum"&gt;Mo&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="background-color: LightCoral;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Teknesium" title="Teknesium"&gt;Tc&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="background-color: LightCoral;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rutenium" title="Rutenium"&gt;Ru&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="background-color: LightCoral;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rodium" title="Rodium"&gt;Rh&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="background-color: LightCoral;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Paladium" title="Paladium"&gt;Pd&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="background-color: LightCoral;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perak" title="Perak"&gt;Ag&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="background-color: LightCoral;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kadmium" title="Kadmium"&gt;Cd&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="background-color: DarkGray;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indium" title="Indium"&gt;In&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="background-color: DarkGray;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Timah" title="Timah"&gt;Sn&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="background-color: Peru;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Antimon" title="Antimon"&gt;Sb&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="background-color: Peru;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Telurium" title="Telurium"&gt;Te&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="background-color: Khaki;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Yodium" title="Yodium"&gt;I&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="background-color: LightskyBlue;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Xenon" title="Xenon"&gt;Xe&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td style="background-color: OrangeRed;" width="3%"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sesium" title="Sesium"&gt;Cs&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="background-color: DarkOrange;" width="3%"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Barium" title="Barium"&gt;Ba&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="background-color: Plum;" width="3%"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Lantanum" title="Lantanum"&gt;La&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="background-color: Plum;" width="3%"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Serium" title="Serium"&gt;Ce&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="background-color: Plum;" width="3%"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Praseodimium" title="Praseodimium"&gt;Pr&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="background-color: Plum;" width="3%"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Neodimium" title="Neodimium"&gt;Nd&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="background-color: Plum;" width="3%"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Prometium" title="Prometium"&gt;Pm&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="background-color: Plum;" width="3%"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Samarium" title="Samarium"&gt;Sm&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="background-color: Plum;" width="3%"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Europium" title="Europium"&gt;Eu&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="background-color: Plum;" width="3%"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gadolinium" title="Gadolinium"&gt;Gd&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="background-color: Plum;" width="3%"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Terbium" title="Terbium"&gt;Tb&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="background-color: Plum;" width="3%"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Disprosium" title="Disprosium"&gt;Dy&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="background-color: Plum;" width="3%"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Holmium" title="Holmium"&gt;Ho&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="background-color: Plum;" width="3%"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Erbium" title="Erbium"&gt;Er&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="background-color: Plum;" width="3%"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tulium" title="Tulium"&gt;Tm&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="background-color: Plum;" width="3%"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Iterbium" title="Iterbium"&gt;Yb&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="background-color: LightCoral;" width="3%"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Lutesium" title="Lutesium"&gt;Lu&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="background-color: LightCoral;" width="3%"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hafnium" title="Hafnium"&gt;Hf&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="background-color: LightCoral;" width="3%"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tantalum" title="Tantalum"&gt;Ta&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="background-color: LightCoral;" width="3%"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tungsten" title="Tungsten" class="mw-redirect"&gt;W&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="background-color: LightCoral;" width="3%"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Renium" title="Renium"&gt;Re&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="background-color: LightCoral;" width="3%"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Osmium" title="Osmium"&gt;Os&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="background-color: LightCoral;" width="3%"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Iridium" title="Iridium"&gt;Ir&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="background-color: LightCoral;" width="3%"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Platinum" title="Platinum" class="mw-redirect"&gt;Pt&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="background-color: LightCoral;" width="3%"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Emas" title="Emas"&gt;Au&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="background-color: LightCoral;" width="3%"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Raksa" title="Raksa"&gt;Hg&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="background-color: DarkGray;" width="3%"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Talium" title="Talium"&gt;Tl&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="background-color: DarkGray;" width="3%"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Timbal" title="Timbal"&gt;Pb&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="background-color: DarkGray;" width="3%"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bismut" title="Bismut"&gt;Bi&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="background-color: Peru;" width="3%"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Polonium" title="Polonium"&gt;Po&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="background-color: Khaki;" width="3%"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Astatin" title="Astatin"&gt;At&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="background-color: LightskyBlue;" width="3%"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Radon" title="Radon"&gt;Rn&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td style="background-color: OrangeRed;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fransium" title="Fransium"&gt;Fr&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="background-color: DarkOrange;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Radium" title="Radium"&gt;Ra&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="background-color: Orchid;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Aktinium" title="Aktinium"&gt;Ac&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="background-color: Orchid;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Torium" title="Torium"&gt;Th&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="background-color: Orchid;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Protaktinium" title="Protaktinium"&gt;Pa&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="background-color: Orchid;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Uranium" title="Uranium"&gt;U&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="background-color: Orchid;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Neptunium" title="Neptunium"&gt;Np&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="background-color: Orchid;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Plutonium" title="Plutonium"&gt;Pu&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="background-color: Orchid;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Amerisium" title="Amerisium"&gt;Am&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="background-color: Orchid;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kurium" title="Kurium"&gt;Cm&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="background-color: Orchid;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkelium" title="Berkelium"&gt;Bk&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="background-color: Orchid;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kalifornium" title="Kalifornium"&gt;Cf&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="background-color: Orchid;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Einsteinium" title="Einsteinium"&gt;Es&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="background-color: Orchid;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fermium" title="Fermium"&gt;Fm&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="background-color: Orchid;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mendelevium" title="Mendelevium"&gt;Md&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="background-color: Orchid;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nobelium" title="Nobelium"&gt;No&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="background-color: LightCoral;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Lawrensium" title="Lawrensium"&gt;Lr&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="background-color: LightCoral;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rutherfordium" title="Rutherfordium"&gt;Rf&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="background-color: LightCoral;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Dubnium" title="Dubnium"&gt;Db&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="background-color: LightCoral;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Seaborgium" title="Seaborgium"&gt;Sg&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="background-color: LightCoral;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bohrium" title="Bohrium"&gt;Bh&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="background-color: LightCoral;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hassium" title="Hassium"&gt;Hs&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="background-color: LightCoral;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Meitnerium" title="Meitnerium"&gt;Mt&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="background-color: LightCoral;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Darmstadtium" title="Darmstadtium"&gt;Ds&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="background-color: LightCoral;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Roentgenium" title="Roentgenium"&gt;Rg&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="background-color: LightCoral;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ununbium" title="Ununbium"&gt;Uub&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="background-color: DarkGray;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ununtrium" title="Ununtrium"&gt;Uut&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="background-color: DarkGray;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ununquadium" title="Ununquadium"&gt;Uuq&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="background-color: DarkGray;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ununpentium" title="Ununpentium"&gt;Uup&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="background-color: DarkGray;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ununheksium" title="Ununheksium"&gt;Uuh&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ununseptium" title="Ununseptium"&gt;Uus&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="background-color: LightskyBlue;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ununoktium" title="Ununoktium"&gt;Uuo&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td colspan="32"&gt; &lt;table style="border: 1px solid rgb(255, 255, 255); border-collapse: collapse; font-size: smaller; width: 100%;" align="center" border="1" cellpadding="1" rules="all"&gt; &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt; &lt;td style="background-color: OrangeRed;" width="10%"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Logam_alkali" title="Logam alkali"&gt;Alkali&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="background-color: DarkOrange;" width="10%"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Logam_alkali_tanah" title="Logam alkali tanah"&gt;Alkali tanah&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="background-color: Plum;" width="10%"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Lantanida" title="Lantanida"&gt;Lantanida&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="background-color: Orchid;" width="10%"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Aktinida" title="Aktinida"&gt;Aktinida&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="background-color: LightCoral;" width="10%"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Logam_transisi" title="Logam transisi"&gt;Logam transisi&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="background-color: DarkGray;" width="10%"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Logam" title="Logam"&gt;Logam&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; lainnya&lt;/td&gt; &lt;td style="background-color: Peru;" width="10%"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Metaloid" title="Metaloid"&gt;Metaloid&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="background-color: LimeGreen;" width="10%"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nonlogam" title="Nonlogam"&gt;Nonlogam&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; lainnya&lt;/td&gt; &lt;td style="background-color: Khaki;" width="10%"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Halogen" title="Halogen"&gt;Halogen&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="background-color: LightskyBlue;" width="10%"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gas_mulia" title="Gas mulia"&gt;Gas mulia&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;table class="wikitable" style="margin: 0pt 0pt 0.5em 0.5em;" align="right" border="1" cellpadding="2" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td colspan="2"&gt;&lt;table border="0" cellspacing="0" width="100%"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 120%; font-weight: bold;"&gt;8&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="padding-left: 2em;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 95%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nitrogen" title="Nitrogen"&gt;nitrogen&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; ← &lt;span style="font-size: 120%;"&gt;oksigen&lt;/span&gt; → &lt;span style="font-size: 95%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fluor" title="Fluor"&gt;fluor&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 95%;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;↑&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 120%; font-weight: bold;"&gt;O&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;↓&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 95%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Belerang" title="Belerang"&gt;S&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt; &lt;table&gt; &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:O-TableImage.png" class="image" title="O-TableImage.png"&gt;&lt;img alt="" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/0/01/O-TableImage.png/250px-O-TableImage.png" border="0" height="75" width="250" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;div align="right"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tabel_periodik" title="Tabel periodik"&gt;Tabel periodik&lt;/a&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;th colspan="2" style="background: rgb(160, 255, 160) none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; color: green;"&gt;Keterangan Umum Unsur&lt;/th&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_unsur_berdasarkan_nama" title="Daftar unsur berdasarkan nama"&gt;Nama&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_unsur_berdasarkan_lambang" title="Daftar unsur berdasarkan lambang" class="mw-redirect"&gt;Lambang&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_unsur_berdasarkan_nomor_atom" title="Daftar unsur berdasarkan nomor atom"&gt;Nomor atom&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;oksigen, O, 8&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Deret_kimia" title="Deret kimia"&gt;Deret kimia&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Non-logam" title="Non-logam" class="mw-redirect"&gt;non-logam&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Golongan_tabel_periodik" title="Golongan tabel periodik"&gt;Golongan&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Periode_tabel_periodik" title="Periode tabel periodik"&gt;Periode&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Blok_tabel_periodik" title="Blok tabel periodik"&gt;Blok&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Unsur_golongan_16&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Unsur golongan 16 (belum dibuat)"&gt;16&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Unsur_periode_2&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Unsur periode 2 (belum dibuat)"&gt;2&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Blok-p&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Blok-p (belum dibuat)"&gt;p&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Warna" title="Warna"&gt;Penampilan&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;tak berwarna&lt;br /&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:O,8.jpg" class="image" title="O,8.jpg"&gt;&lt;img alt="" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/7/77/O%2C8.jpg/125px-O%2C8.jpg" border="0" height="62" width="125" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Massa_atom" title="Massa atom"&gt;Massa atom&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=15,9994%283%29&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="15,9994(3) (belum dibuat)"&gt;15,9994(3)&lt;/a&gt; g/mol&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Konfigurasi_elektron" title="Konfigurasi elektron"&gt;Konfigurasi elektron&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;1s&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt; 2s&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt; 2p&lt;sup&gt;4&lt;/sup&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;Jumlah &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Elektron" title="Elektron"&gt;elektron&lt;/a&gt; tiap &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tingkat_energi&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Tingkat energi (belum dibuat)"&gt;kulit&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;2, 6&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;th colspan="2" style="background: rgb(160, 255, 160) none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; color: green;"&gt;Ciri-ciri fisik&lt;/th&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fase_benda" title="Fase benda"&gt;Fase&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gas" title="Gas"&gt;gas&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Massa_jenis" title="Massa jenis"&gt;Massa jenis&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;(0 °C; 101,325 kPa)&lt;br /&gt;1,429 g/L&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Titik_lebur" title="Titik lebur"&gt;Titik lebur&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;54,36 &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kelvin" title="Kelvin"&gt;K&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;(-218,79 °&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Celsius" title="Celsius"&gt;C&lt;/a&gt;, -361,82 °&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fahrenheit" title="Fahrenheit"&gt;F&lt;/a&gt;)&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Titik_didih" title="Titik didih"&gt;Titik didih&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;90,20 &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kelvin" title="Kelvin"&gt;K&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;(-182,95 °&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Celsius" title="Celsius"&gt;C&lt;/a&gt;, -297,31 °&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fahrenheit" title="Fahrenheit"&gt;F&lt;/a&gt;)&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kalor_peleburan&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Kalor peleburan (belum dibuat)"&gt;Kalor peleburan&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;(O&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;) 0,444 kJ/mol&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kalor_penguapan" title="Kalor penguapan" class="mw-redirect"&gt;Kalor penguapan&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;(O&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;) 6,82 kJ/mol&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kapasitas_kalor&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Kapasitas kalor (belum dibuat)"&gt;Kapasitas kalor&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;(25 °C) (O&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;)&lt;br /&gt;29,378 J/(mol·K)&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td colspan="2"&gt; &lt;table border="1" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt; &lt;caption&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tekanan_uap" title="Tekanan uap"&gt;Tekanan uap&lt;/a&gt;&lt;/caption&gt; &lt;tbody&gt;&lt;tr align="center"&gt; &lt;td&gt;&lt;i&gt;P&lt;/i&gt;/Pa&lt;/td&gt; &lt;td&gt;1&lt;/td&gt; &lt;td&gt;10&lt;/td&gt; &lt;td&gt;100&lt;/td&gt; &lt;td&gt;1 k&lt;/td&gt; &lt;td&gt;10 k&lt;/td&gt; &lt;td&gt;100 k&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr align="center"&gt; &lt;td&gt;pada &lt;i&gt;T&lt;/i&gt;/K&lt;/td&gt; &lt;td&gt; &lt;/td&gt; &lt;td&gt; &lt;/td&gt; &lt;td&gt; &lt;/td&gt; &lt;td&gt;61&lt;/td&gt; &lt;td&gt;73&lt;/td&gt; &lt;td&gt;90&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;th colspan="2" style="background: rgb(160, 255, 160) none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; color: green;"&gt;Ciri-ciri atom&lt;/th&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Struktur_kristal" title="Struktur kristal"&gt;Struktur kristal&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;kubus&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bilangan_oksidasi" title="Bilangan oksidasi"&gt;Bilangan oksidasi&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;−&lt;b&gt;2&lt;/b&gt;, −1&lt;br /&gt;(oksida netral)&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Elektronegativitas" title="Elektronegativitas"&gt;Elektronegativitas&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;3,44 (&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Skala_Pauling&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Skala Pauling (belum dibuat)"&gt;skala Pauling&lt;/a&gt;)&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td rowspan="3" valign="top"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Energi_ionisasi&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Energi ionisasi (belum dibuat)"&gt;Energi ionisasi&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;pertama: 1313,9 kJ/mol&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;ke-2: 3388,3 kJ/mol&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;ke-3: 5300,5 kJ/mol&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jari-jari_atom" title="Jari-jari atom"&gt;Jari-jari atom&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=1_E-11_m&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="1 E-11 m (belum dibuat)"&gt;60&lt;/a&gt; &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pikometer&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Pikometer (belum dibuat)"&gt;pm&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jari-jari_atom" title="Jari-jari atom"&gt;Jari-jari atom&lt;/a&gt; (terhitung)&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=1_E-11_m&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="1 E-11 m (belum dibuat)"&gt;48&lt;/a&gt; &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pikometer&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Pikometer (belum dibuat)"&gt;pm&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Jari-jari_kovalen&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Jari-jari kovalen (belum dibuat)"&gt;Jari-jari kovalen&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=1_E-11_m&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="1 E-11 m (belum dibuat)"&gt;73&lt;/a&gt; &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pikometer&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Pikometer (belum dibuat)"&gt;pm&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Jari-jari_Van_der_Waals&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Jari-jari Van der Waals (belum dibuat)"&gt;Jari-jari Van der Waals&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=1_E-10_m&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="1 E-10 m (belum dibuat)"&gt;152&lt;/a&gt; &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pikometer&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Pikometer (belum dibuat)"&gt;pm&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;th colspan="2" style="background: rgb(160, 255, 160) none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; color: green;"&gt;Lain-lain&lt;/th&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Magnetisme" title="Magnetisme"&gt;Sifat magnetik&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Paramagnetisme" title="Paramagnetisme"&gt;paramagnetik&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Konduktivitas_termal" title="Konduktivitas termal"&gt;Konduktivitas termal&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;(300 K) 26,58 mW/(m·K)&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kecepatan_suara" title="Kecepatan suara"&gt;Kecepatan suara&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;(gas, 27 °C) 330 m/s&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;th colspan="2" style="background: rgb(160, 255, 160) none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; color: green;"&gt;Isotop&lt;/th&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td colspan="2"&gt; &lt;table border="1" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt; &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt; &lt;th&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Isotop" title="Isotop"&gt;iso&lt;/a&gt;&lt;/th&gt; &lt;th&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kelimpahan_alami&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Kelimpahan alami (belum dibuat)"&gt;NA&lt;/a&gt;&lt;/th&gt; &lt;th&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Waktu_paruh" title="Waktu paruh"&gt;waktu paruh&lt;/a&gt;&lt;/th&gt; &lt;th&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Mode_peluruhan&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Mode peluruhan (belum dibuat)"&gt;DM&lt;/a&gt;&lt;/th&gt; &lt;th&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Energi_peluruhan&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Energi peluruhan (belum dibuat)"&gt;DE&lt;/a&gt; &lt;small&gt;(&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Elektronvolt" title="Elektronvolt"&gt;MeV&lt;/a&gt;)&lt;/small&gt;&lt;/th&gt; &lt;th&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Produk_peluruhan&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Produk peluruhan (belum dibuat)"&gt;DP&lt;/a&gt;&lt;/th&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;sup&gt;16&lt;/sup&gt;O&lt;/td&gt; &lt;td&gt;99,762%&lt;/td&gt; &lt;td colspan="4"&gt;O &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Isotop_stabil&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Isotop stabil (belum dibuat)"&gt;stabil&lt;/a&gt; dengan 8 &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Neutron" title="Neutron"&gt;neutron&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;sup&gt;17&lt;/sup&gt;O&lt;/td&gt; &lt;td&gt;0,038%&lt;/td&gt; &lt;td colspan="4"&gt;O &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Isotop_stabil&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Isotop stabil (belum dibuat)"&gt;stabil&lt;/a&gt; dengan 9 &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Neutron" title="Neutron"&gt;neutron&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;sup&gt;18&lt;/sup&gt;O&lt;/td&gt; &lt;td&gt;0,2%&lt;/td&gt; &lt;td colspan="4"&gt;O &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Isotop_stabil&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Isotop stabil (belum dibuat)"&gt;stabil&lt;/a&gt; dengan 10 &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Neutron" title="Neutron"&gt;neutron&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7792526007100541282-5705023231922507256?l=sainsilmualam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sainsilmualam.blogspot.com/feeds/5705023231922507256/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sainsilmualam.blogspot.com/2009/02/oksigen.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7792526007100541282/posts/default/5705023231922507256'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7792526007100541282/posts/default/5705023231922507256'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sainsilmualam.blogspot.com/2009/02/oksigen.html' title='OKSIGEN'/><author><name>wirahadi saputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09544355496842078384</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_59gGMO1Pf-o/S7gng_2ijpI/AAAAAAAAAH4/wHZGuyqQ9Sk/S220/IMG_0392.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_59gGMO1Pf-o/SY6bXxYgrRI/AAAAAAAAABA/ATLXSGwDmaw/s72-c/Liquid_Oxygen.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7792526007100541282.post-6594193119355289536</id><published>2009-02-07T06:48:00.000-08:00</published><updated>2009-02-07T08:05:12.914-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ANATOMI MANUSIA'/><title type='text'>ANATOMI MANUSIA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_59gGMO1Pf-o/SY2gaH_Y5KI/AAAAAAAAAAw/WbHOrpDdIZ4/s1600-h/300px-Human-anatomy-zygote.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 222px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_59gGMO1Pf-o/SY2gaH_Y5KI/AAAAAAAAAAw/WbHOrpDdIZ4/s320/300px-Human-anatomy-zygote.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300068707166905506" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;Anatomi manusia&lt;/b&gt; atau &lt;b&gt;antropotomi&lt;/b&gt; ialah sebuah bidang khusus dalam &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Anatomi" title="Anatomi"&gt;anatomi&lt;/a&gt; yang mempelajari struktur &lt;b&gt;tubuh &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Manusia" title="Manusia"&gt;manusia&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;, sedangkan jaringan dipelajari di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Histologi" title="Histologi"&gt;histologi&lt;/a&gt; dan sel di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sitologi" title="Sitologi" class="mw-redirect"&gt;sitologi&lt;/a&gt;. &lt;p&gt;Tubuh manusia, seperti tubuh &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hewan" title="Hewan"&gt;hewan&lt;/a&gt;, terdiri atas sistem, yang terdiri atas &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Organ_%28anatomi%29" title="Organ (anatomi)"&gt;organ&lt;/a&gt;-organ, yang terdiri atas &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Jaringan_biologis&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Jaringan biologis (belum dibuat)"&gt;jaringan&lt;/a&gt;, yang terdiri atas &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sel_biologis&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Sel biologis (belum dibuat)"&gt;sel&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt; Gambar gabungan anatomi lelaki dan wanita&lt;br /&gt;yang disediakan atas izin www.3dscience.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;h2&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt;Diagram anatomi manusia&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt; &lt;table style="border: 2px solid rgb(229, 212, 161); width: 277px; background-color: rgb(250, 245, 230); height: 955px;" cellpadding="0" cellspacing="8"&gt; &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt; &lt;td valign="top" width="410"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_59gGMO1Pf-o/SY2vgyOc2nI/AAAAAAAAAA4/uWsYCJgEYq0/s1600-h/400px-Human_body_features2.png"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 196px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_59gGMO1Pf-o/SY2vgyOc2nI/AAAAAAAAAA4/uWsYCJgEYq0/s320/400px-Human_body_features2.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300085314258000498" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;td valign="top"&gt;&lt;p&gt;&lt;big&gt;&lt;b&gt;Diagram anatomi manusia&lt;/b&gt;&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;&lt;small&gt;1. &lt;a href="http://www.pras.info/index.php?l=id&amp;amp;q=Kepala" title="Kepala"&gt;Kepala&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;2. &lt;a href="http://www.pras.info/index.php?l=id&amp;amp;q=Wajah" title="Wajah"&gt;Wajah&lt;/a&gt;:&lt;a href="http://www.pras.info/index.php?l=id&amp;amp;q=Dahi" title="Dahi"&gt;Dahi&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.pras.info/index.php?l=id&amp;amp;q=Mata" title="Mata"&gt;Mata&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.pras.info/index.php?l=id&amp;amp;q=Telinga" title="Telinga"&gt;Telinga&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.pras.info/index.php?l=id&amp;amp;q=Hidung" title="Hidung"&gt;Hidung&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.pras.info/index.php?l=id&amp;amp;q=Mulut" title="Mulut"&gt;Mulut&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.pras.info/index.php?l=id&amp;amp;q=Lidah" title="Lidah"&gt;Lidah&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.pras.info/index.php?l=id&amp;amp;q=Gigi" title="Gigi"&gt;Gigi&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.pras.info/index.php?l=id&amp;amp;q=Rahang" title="Rahang"&gt;Rahang&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.pras.info/index.php?l=id&amp;amp;q=Pipi" title="Pipi"&gt;Pipi&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.pras.info/index.php?l=id&amp;amp;q=Dagu" title="Dagu"&gt;Dagu&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;3. &lt;a href="http://www.pras.info/index.php?l=id&amp;amp;q=Leher" title="Leher"&gt;Leher&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.pras.info/index.php?l=id&amp;amp;q=Tenggorokan" title="Tenggorokan" class="mw-redirect"&gt;Tenggorokan&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.pras.info/index.php?l=id&amp;amp;q=Jakun" title="Jakun"&gt;Jakun&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;4. &lt;a href="http://www.pras.info/index.php?l=id&amp;amp;q=Bahu&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Bahu (belum dibuat)"&gt;Bahu&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;5. &lt;a href="http://www.pras.info/index.php?l=id&amp;amp;q=Dada" title="Dada"&gt;Dada&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.pras.info/index.php?l=id&amp;amp;q=Buah_dada" title="Buah dada" class="mw-redirect"&gt;Buah dada&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.pras.info/index.php?l=id&amp;amp;q=Tulang_rusuk" title="Tulang rusuk"&gt;Tulang rusuk&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;6. &lt;a href="http://www.pras.info/index.php?l=id&amp;amp;q=Pusar" title="Pusar"&gt;Pusar&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;7. &lt;a href="http://www.pras.info/index.php?l=id&amp;amp;q=Perut" title="Perut" class="mw-redirect"&gt;Perut&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.pras.info/index.php?l=id&amp;amp;q=Pinggul&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Pinggul (belum dibuat)"&gt;Pinggul&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;8. &lt;a href="http://www.pras.info/index.php?l=id&amp;amp;q=Organ_seks" title="Organ seks" class="mw-redirect"&gt;Organ seks&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;9. &lt;a href="http://www.pras.info/index.php?l=id&amp;amp;q=Penis" title="Penis"&gt;Penis&lt;/a&gt;/&lt;a href="http://www.pras.info/index.php?l=id&amp;amp;q=Skrotum" title="Skrotum"&gt;Skrotum&lt;/a&gt; atau &lt;a href="http://www.pras.info/index.php?l=id&amp;amp;q=Klitoris" title="Klitoris"&gt;Klitoris&lt;/a&gt;/&lt;a href="http://www.pras.info/index.php?l=id&amp;amp;q=Vagina" title="Vagina"&gt;Vagina&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/small&gt;&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;small&gt;&lt;a href="http://www.pras.info/index.php?l=id&amp;amp;q=Kaki" title="Kaki"&gt;Kaki&lt;/a&gt;:&lt;/small&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;&lt;small&gt;10. &lt;a href="http://www.pras.info/index.php?l=id&amp;amp;q=Paha" title="Paha"&gt;Paha&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;11. &lt;a href="http://www.pras.info/index.php?l=id&amp;amp;q=Lutut" title="Lutut"&gt;Lutut&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;12. &lt;a href="http://www.pras.info/index.php?l=id&amp;amp;q=Betis&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Betis (belum dibuat)"&gt;Betis&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.pras.info/index.php?l=id&amp;amp;q=Tulang_kering&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Tulang kering (belum dibuat)"&gt;tulang kering&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;13. &lt;a href="http://www.pras.info/index.php?l=id&amp;amp;q=Pergelangan_kaki" title="Pergelangan kaki"&gt;Pergelangan kaki&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;14. &lt;a href="http://www.pras.info/index.php?l=id&amp;amp;q=Telapak_kaki" title="Telapak kaki"&gt;Telapak kaki&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.pras.info/index.php?l=id&amp;amp;q=Tumit" title="Tumit"&gt;Tumit&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.pras.info/index.php?l=id&amp;amp;q=Jari_kaki" title="Jari kaki" class="mw-redirect"&gt;Jari kaki&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/small&gt;&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;small&gt;&lt;a href="http://www.pras.info/index.php?l=id&amp;amp;q=Tangan" title="Tangan"&gt;Tangan&lt;/a&gt;:&lt;/small&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;&lt;small&gt;15. &lt;a href="http://www.pras.info/index.php?l=id&amp;amp;q=Lengan" title="Lengan"&gt;Lengan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;16. &lt;a href="http://www.pras.info/index.php?l=id&amp;amp;q=Siku" title="Siku"&gt;Siku&lt;/a&gt;/&lt;a href="http://www.pras.info/index.php?l=id&amp;amp;q=Sikut" title="Sikut" class="mw-redirect"&gt;sikut&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;17. &lt;a href="http://www.pras.info/index.php?l=id&amp;amp;q=Pergelangan_tangan" title="Pergelangan tangan"&gt;Pergelangan tangan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;18. &lt;a href="http://www.pras.info/index.php?l=id&amp;amp;q=Telapak_tangan&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Telapak tangan (belum dibuat)"&gt;Telapak tangan&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.pras.info/index.php?l=id&amp;amp;q=Jari_tangan" title="Jari tangan" class="mw-redirect"&gt;Jari tangan&lt;/a&gt; (&lt;a href="http://www.pras.info/index.php?l=id&amp;amp;q=Ibu_jari" title="Ibu jari"&gt;Ibu jari&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.pras.info/index.php?l=id&amp;amp;q=Jari_telunjuk&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Jari telunjuk (belum dibuat)"&gt;telunjuk&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.pras.info/index.php?l=id&amp;amp;q=Jari_tengah&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Jari tengah (belum dibuat)"&gt;tengah&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.pras.info/index.php?l=id&amp;amp;q=Jari_manis&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Jari manis (belum dibuat)"&gt;manis&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.pras.info/index.php?l=id&amp;amp;q=Jari_kelingking&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Jari kelingking (belum dibuat)"&gt;kelingking&lt;/a&gt;&lt;/small&gt;&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;small&gt;Tidak bernomor: &lt;a href="http://www.pras.info/index.php?l=id&amp;amp;q=Tulang_belakang" title="Tulang belakang" class="mw-redirect"&gt;Tulang belakang&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.pras.info/index.php?l=id&amp;amp;q=Kulit" title="Kulit"&gt;Kulit&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.pras.info/index.php?l=id&amp;amp;q=Rektum" title="Rektum"&gt;Rektum&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.pras.info/index.php?l=id&amp;amp;q=Anus" title="Anus"&gt;Anus&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.pras.info/index.php?l=id&amp;amp;q=Pantat&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Pantat (belum dibuat)"&gt;Pantat&lt;/a&gt;&lt;/small&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt;Sistem tubuh manusia&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_kardiovaskular" title="Sistem kardiovaskular"&gt;Sistem kardiovaskular&lt;/a&gt;: memompa darah ke seluruh tubuh&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_pencernaan" title="Sistem pencernaan"&gt;Sistem pencernaan&lt;/a&gt;: pemrosesan makanan yang terjadi di dalam mulut, perut, dan usus&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_endokrin" title="Sistem endokrin"&gt;Sistem endokrin&lt;/a&gt;: komunikasi dalam tubuh dengan hormon&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_kekebalan" title="Sistem kekebalan"&gt;Sistem kekebalan&lt;/a&gt;: mempertahankan tubuh dari serangan benda yang menyebabkan penyakit&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_integumen" title="Sistem integumen"&gt;Sistem integumen&lt;/a&gt;: kulit, rambut&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_limfatik" title="Sistem limfatik"&gt;Sistem limfatik&lt;/a&gt;: struktur yang terlibat dalam transfer limfa antara jaringan dan aliran darah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_otot" title="Sistem otot"&gt;Sistem otot&lt;/a&gt;: menggerakkan tubuh&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_saraf" title="Sistem saraf"&gt;Sistem saraf&lt;/a&gt;: mengumpulkan, mengirim, dan memproses informasi dalam otak dan saraf&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_reproduksi" title="Sistem reproduksi"&gt;Sistem reproduksi&lt;/a&gt;: organ seks&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_pernafasan" title="Sistem pernafasan" class="mw-redirect"&gt;Sistem pernafasan&lt;/a&gt;: organ yang digunakan bernafas, paru-paru&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_rangka" title="Sistem rangka"&gt;Sistem rangka&lt;/a&gt;: sokongan dan perlindungan struktural dengan tulang&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_urin" title="Sistem urin"&gt;Sistem urin&lt;/a&gt;: ginjal dan struktur yang dihubungkan dalam produksi dan ekskresi urin&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/User/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot.jpg" alt="" /&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/User/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-1.jpg" alt="" /&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/User/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-2.jpg" alt="" /&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/User/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-3.jpg" alt="" /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" class="mw-headline" &gt;Organ dalam&lt;/span&gt; &lt;p&gt;Nama-nama umum organ dalam (secara alfabetis) :&lt;/p&gt; &lt;dl&gt;&lt;dd&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kelenjar_adrenalin&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Kelenjar adrenalin (belum dibuat)"&gt;Adrenalin&lt;/a&gt; - &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Umbai_cacing" title="Umbai cacing"&gt;Appendiks&lt;/a&gt; - &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Usus_dua_belas_jari" title="Usus dua belas jari"&gt;Duodenum&lt;/a&gt; - &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Esofagus" title="Esofagus"&gt;Esofagus&lt;/a&gt; - &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ginjal" title="Ginjal"&gt;Ginjal&lt;/a&gt; - &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hati" title="Hati"&gt;Hati&lt;/a&gt; - &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jantung" title="Jantung"&gt;Jantung&lt;/a&gt; - &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kandung_empedu&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Kandung empedu (belum dibuat)"&gt;Kandung empedu&lt;/a&gt; - &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kandung_kemih" title="Kandung kemih"&gt;Kandung kemih&lt;/a&gt; - &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kulit" title="Kulit"&gt;Kulit&lt;/a&gt; - &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kunci_paha&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Kunci paha (belum dibuat)"&gt;Kunci paha&lt;/a&gt; - &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Limpa" title="Limpa"&gt;Limpa&lt;/a&gt; - &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mata" title="Mata"&gt;Mata&lt;/a&gt; - &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Otak" title="Otak"&gt;Otak&lt;/a&gt; - &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ovarium" title="Ovarium"&gt;Ovarium&lt;/a&gt; - &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pankreas" title="Pankreas"&gt;Pankreas&lt;/a&gt; - &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kelenjar_paratiroid&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Kelenjar paratiroid (belum dibuat)"&gt;Paratiroid&lt;/a&gt; - &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Paru-paru" title="Paru-paru"&gt;Paru-paru&lt;/a&gt; - &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Lambung" title="Lambung"&gt;Lambung&lt;/a&gt; - &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kelenjar_pituitari&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Kelenjar pituitari (belum dibuat)"&gt;Pituitari&lt;/a&gt; - &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Prostat" title="Prostat"&gt;Prostat&lt;/a&gt; - &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rahim" title="Rahim"&gt;Rahim&lt;/a&gt; - &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Thymus&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Thymus (belum dibuat)"&gt;Thymus&lt;/a&gt; - &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tiroid&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Tiroid (belum dibuat)"&gt;Tiroid&lt;/a&gt; - &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Usus" title="Usus"&gt;Usus&lt;/a&gt; - &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Vena" title="Vena" class="mw-redirect"&gt;Vena&lt;/a&gt; - &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Zakar" title="Zakar" class="mw-redirect"&gt;Zakar&lt;/a&gt;&lt;/dd&gt;&lt;/dl&gt;1. &lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;APPENDIKS&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;    Umbai cacing&lt;/b&gt; atau &lt;b&gt;apendiks&lt;/b&gt; adalah &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Organ_%28anatomi%29" title="Organ (anatomi)"&gt;organ&lt;/a&gt; tambahan pada &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Usus_buntu" title="Usus buntu"&gt;usus buntu&lt;/a&gt;. Infeksi pada organ     ini disebut &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Apendisitis" title="Apendisitis"&gt;apendisitis&lt;/a&gt; atau radang umbai cacing. Apendisitis yang parah dapat menyebabkan     apendiks pecah dan membentuk nanah di dalam rongga abdomen atau peritonitis (infeksi             rongga abdomen).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;    Dalam &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Anatomi_manusia" title="Anatomi manusia"&gt;anatomi manusia&lt;/a&gt;, umbai cacing atau dalam &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Inggris" title="Bahasa Inggris"&gt;bahasa Inggris&lt;/a&gt;, &lt;b&gt;vermiform appendix&lt;/b&gt;         (atau hanya &lt;b&gt;appendix&lt;/b&gt;) adalah hujung buntu tabung yang menyambung dengan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Caecum" title="Caecum" class="mw-redirect"&gt;caecum&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;    Umbai cacing terbentuk dari caecum pada tahap embrio. Dalam orang dewasa, Umbai cacing     berukuran sekitar 10 cm tetapi bisa bervariasi dari 2 sampai 20 cm. Walaupun lokasi                     apendiks     selalu tetap, lokasi ujung umbai cacing bisa berbeda - bisa di &lt;i&gt;retrocaecal&lt;/i&gt; atau di         pinggang (&lt;i&gt;pelvis&lt;/i&gt;) yang jelas tetap terletak di &lt;i&gt;peritoneum&lt;/i&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;    Banyak orang percaya umbai cacing tidak berguna dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Organ_vestigial&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Organ vestigial (belum dibuat)"&gt;organ vestigial (sisihan)&lt;/a&gt;, sebagian yang     lain percaya bahwa apendiks mempunyai fungsi dalam &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_limfatik" title="Sistem limfatik"&gt;sistem limfatik&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;    Operasi membuang umbai cacing dikenal sebagai &lt;b&gt;appendektomi&lt;/b&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;    Penyakit apendiks biasa bagi manusia adalah:&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Apendisitis" title="Apendisitis"&gt;Apendisitis&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;    &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2.&lt;/span&gt;&lt;b style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;Usus dua belas jari&lt;/b&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;        Usus dua belas jari&lt;/b&gt; atau &lt;b&gt;duodenum&lt;/b&gt; adalah bagian dari &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Usus_halus" title="Usus halus"&gt;usus halus&lt;/a&gt; yang terletak setelah &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Lambung" title="Lambung"&gt;        lambung&lt;/a&gt; dan menghubungkannya ke &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Usus_kosong" title="Usus kosong"&gt;usus kosong&lt;/a&gt; (jejunum). Bagian usus dua belas jari                 merupakan bagian terpendek dari usus halus, dimulai dari &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Bulbo_duodenale&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Bulbo duodenale (belum dibuat)"&gt;bulbo duodenale&lt;/a&gt; dan berakhir di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ligamentum_Treitz&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Ligamentum Treitz (belum dibuat)"&gt;        ligamentum Treitz&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;        Usus dua belas jari merupakan organ &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Retroperitoneal&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Retroperitoneal (belum dibuat)"&gt;retroperitoneal&lt;/a&gt;, yang tidak terbungkus seluruhnya             oleh     selaput &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Peritoneum&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Peritoneum (belum dibuat)"&gt;peritoneum&lt;/a&gt;. &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/PH" title="PH"&gt;pH&lt;/a&gt; usus dua belas jari yang normal berkisar pada derajat                     sembilan.Usus dua belas jari bertanggung jawab untuk menyalurkan makanan ke usus                 halus. Secara &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Histologi" title="Histologi"&gt;histologis&lt;/a&gt;, terdapat &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kelenjar_Brunner" title="Kelenjar Brunner"&gt;kelenjar Brunner&lt;/a&gt; yang menghasilkan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Lendir&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Lendir (belum dibuat)"&gt;lendir&lt;/a&gt;. Dinding usus         dua belas jari tersusun atas lapisan-lapisan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sel" title="Sel" class="mw-redirect"&gt;sel&lt;/a&gt; yang sangat tipis yang membentuk mukosa         otot.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3.&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;ESOFAGUS&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;b&gt;        Esofagus&lt;/b&gt; (dari &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Yunani" title="Bahasa Yunani"&gt;bahasa Yunani&lt;/a&gt;: οiσω, oeso - "membawa", dan έφαγον, phagus -                             "memakan") atau &lt;b&gt;kerongkongan&lt;/b&gt; adalah tabung (&lt;i&gt;tube&lt;/i&gt;) berotot pada &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Vertebrata" title="Vertebrata"&gt;vertebrata&lt;/a&gt; yang                 dilalui sewaktu makanan mengalir dari bagian &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mulut" title="Mulut"&gt;mulut&lt;/a&gt; ke dalam &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Lambung" title="Lambung"&gt;lambung&lt;/a&gt;. Makanan berjalan         melalui esofagus dengan menggunakan proses &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Peristaltik" title="Peristaltik"&gt;peristaltik&lt;/a&gt;. &lt;p&gt;        Esofagus bertemu dengan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Faring" title="Faring"&gt;faring&lt;/a&gt; – yang menghubungkan esofagus dengan rongga mulut –             pada ruas ke-6 &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tulang_belakang" title="Tulang belakang" class="mw-redirect"&gt;tulang belakang&lt;/a&gt;. Menurut &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Histologi" title="Histologi"&gt;histologi&lt;/a&gt;, esofagus dibagi menjadi tiga bagian:             bagian superior (sebagian besar adalah &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Otot_rangka" title="Otot rangka" class="mw-redirect"&gt;otot rangka&lt;/a&gt;), bagian tengah (campuran otot rangka         dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Otot_halus&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Otot halus (belum dibuat)"&gt;otot halus&lt;/a&gt;), serta bagian inferior (terutama terdiri dari otot halus).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;4.&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;GINJAL&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;b&gt;        Ginjal&lt;/b&gt; adalah &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Organ_%28anatomi%29" title="Organ (anatomi)"&gt;organ&lt;/a&gt; &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ekskresi" title="Ekskresi"&gt;ekskresi&lt;/a&gt; dalam &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Vertebrata" title="Vertebrata"&gt;vertebrata&lt;/a&gt; yang berbentuk mirip kacang. Sebagai                 bagian dari &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_urin" title="Sistem urin"&gt;sistem urin&lt;/a&gt;, ginjal berfungsi menyaring kotoran (terutama &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Urea" title="Urea"&gt;urea&lt;/a&gt;) dari &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Darah" title="Darah"&gt;darah&lt;/a&gt; dan         membuangnya bersama dengan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Air" title="Air"&gt;air&lt;/a&gt; dalam bentuk &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Urin" title="Urin"&gt;urin&lt;/a&gt;. Cabang dari kedokteran yang                     mempelajari ginjal dan penyakitnya disebut &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nefrologi" title="Nefrologi"&gt;nefrologi&lt;/a&gt;.Manusia  memiliki sepasang ginjal                 yang terletak di belakang &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perut" title="Perut" class="mw-redirect"&gt;perut&lt;/a&gt; atau &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Abdomen" title="Abdomen"&gt;abdomen&lt;/a&gt;. Ginjal ini terletak di kanan dan kiri &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tulang_belakang" title="Tulang belakang" class="mw-redirect"&gt;tulang             belakang&lt;/a&gt;, di bawah &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hati" title="Hati"&gt;hati&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Limpa" title="Limpa"&gt;limpa&lt;/a&gt;. Di bagian atas (&lt;i&gt;superior&lt;/i&gt;) ginjal terdapat &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kelenjar_adrenal" title="Kelenjar adrenal"&gt;kelenjar adrenal&lt;/a&gt;         (juga disebut &lt;i&gt;kelenjar suprarenal&lt;/i&gt;). &lt;p&gt;        Ginjal bersifat retroperitoneal, yang berarti terletak di belakang &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Peritoneum&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Peritoneum (belum dibuat)"&gt;peritoneum&lt;/a&gt; yang melapisi &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Rongga_abdomen&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Rongga abdomen (belum dibuat)"&gt;        rongga abdomen&lt;/a&gt;. Kedua ginjal terletak di sekitar &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Vertebra" title="Vertebra" class="mw-redirect"&gt;vertebra&lt;/a&gt; T12 hingga L3. Ginjal kanan                 biasanya terletak sedikit di bawah ginjal kiri untuk memberi tempat untuk &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hati" title="Hati"&gt;hati&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;        Sebagian dari bagian atas ginjal terlindungi oleh &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Iga" title="Iga"&gt;iga&lt;/a&gt; ke sebelas dan duabelas. Kedua ginjal             dibungkus oleh dua lapisan lemak (lemak perirenal dan lemak pararenal) yang membantu             meredam goncangan.&lt;/p&gt;        Pada orang dewasa, setiap ginjal memiliki ukuran panjang sekitar 11 cm dan ketebalan 5 cm         dengan berat sekitar 150 gram. Ginjal memiliki bentuk seperti kacang dengan lekukan                 yang menghadap ke dalam. Di tiap ginjal terdapat bukaan yang disebut hilus yang                         menghubungkan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Arteri" title="Arteri" class="mw-redirect"&gt;arteri&lt;/a&gt; renal, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Vena" title="Vena" class="mw-redirect"&gt;vena&lt;/a&gt; renal, dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ureter" title="Ureter"&gt;ureter&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;5.&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt; HATI&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;        Hati&lt;/b&gt; merupakan kelenjar terbesar di dalam tubuh, terletak dalam rongga perut sebelah             kanan, tepatnya di bawah diafragma. Berdasarkan fungsinya, hati juga termasuk sebagai             alat ekskresi. Hal ini dikarenakan hati membantu fungsi ginjal dengan cara memecah                     beberapa senyawa yang bersifat racun dan menghasilkan anomia, urea, dan asam urat                 dengan memanfaatkan nitrogen dari asam amino. Proses pemecahan senyawa racun oleh             hati disebut proses &lt;i&gt;detoksifikasi&lt;/i&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;        Sebagai kelenjar, hati menghasilkan empedu yang mencapai ½ liter setiap hari. Empedu             berasal dari hemoglobin sel darah merah yang telah tua. Empedu merupakan cairan                     kehijauan dan terasa pahit. Zat ini disimpan di dalam kantong empedut . Empedu                         mengandung kolestrol, garam mineral, garam empedu, pigmen bilirubin, dan biliverdin.                 Empedu yang disekresikan berfungsi untuk mencerna lemak, mengaktifkan lipase,                         membantu daya absorpsi lemak di usus, dan mengubah zat yang tidak larut dalam air                 menjadi zat yang larut dalam air.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;        Sel-sel darah merah dirombak di dalam hati. Hemglobin yang terkandung di dalamnya                 dipecah menjadi zat besi, globin, dan heme. Zat besi dan globin didaur ulang, sedangkan                 heme dirombak menjadi bilirubin dan biliverdin yang bewarna hijau kebiruan. Di dalam                 usus, zat empedu ini mengalami oksidasi menjadi urobilin sehingga warna feses dan urin             kekuningan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;        Apabila saluran empedu di hati tersumbat, empedu masuk ke peredaran darah sehingga             kulit penderita menjadi kekuningan. Orang yang demikian dikatakan menderita penyakit             kuning.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;        Hati juga menghasilkan enzim arginase yang dapat mengubah arginin menjadi ornintin dan         urea. Ornintin yang terbentuk dapat mengikat NH³ dan CO² yang bersifat racun.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;        Fungsi lain dari hati adalah mengubah zat buangan dan bahan racun untuk dikeluarkan                 dalam empedu dan urin, serta mengubah glukosa yang diambil dari darah menjadi glikogen         yang disimpan di sel-sel hati. Glikogen akan dirombak kembali menjadi glukosa oleh enzim         amilase dan dilepaskan ke darah sebagai respons meningkatnya kebutuhan energi oleh                 tubuh.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;6.&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;JANTUNG&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;        Jantung&lt;/b&gt; (&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Latin" title="Bahasa Latin"&gt;bahasa Latin&lt;/a&gt;, &lt;i&gt;cor&lt;/i&gt;) adalah sebuah rongga, rongga, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Organ_%28anatomi%29" title="Organ (anatomi)"&gt;organ&lt;/a&gt; berotot yang memompa &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Darah" title="Darah"&gt;darah&lt;/a&gt; lewat &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pembuluh_darah" title="Pembuluh darah"&gt;            pembuluh darah&lt;/a&gt; oleh kontraksi berirama yang berulang. Istilah &lt;i&gt;&lt;b&gt;kardiak&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; berarti &lt;b&gt;berhubungan                         dengan  jantung&lt;/b&gt;, dari &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Yunani" title="Bahasa Yunani"&gt;Yunani&lt;/a&gt; &lt;i&gt;cardia&lt;/i&gt; untuk &lt;b&gt;jantung&lt;/b&gt;. Jantung adalah salah satu organ yang berperan             dalam &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_peredaran" title="Sistem peredaran" class="mw-redirect"&gt;sistem peredaran&lt;/a&gt; darah.&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;        Ukuran jantung manusia kurang lebih sebesar kepalan tangan seorang laki-laki dewasa. Jantung adalah                 satu otot tunggal yang terdiri dari lapisan endothelium. Jantung terletak di dalam rongga thoracic, di                 balik tulang dada/sternum. Struktur jantung berbelok ke bawah dan sedikit ke arah kiri.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;        Jantung hampir sepenuhnya diselubungi oleh paru-paru, namun tertutup oleh selaput ganda yang                         bernama &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Perikardium&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Perikardium (belum dibuat)"&gt;perikardium&lt;/a&gt;, yang tertempel pada &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Diafragma" title="Diafragma"&gt;diafragma&lt;/a&gt;. Lapisan pertama menempel sangat erat kepada                 jantung, sedangkan lapisan luarnya lebih longgar dan berair, untuk menghindari gesekan antar organ                     dalam tubuh yang terjadi karena gerakan memompa konstan jantung.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;        Jantung dijaga di tempatnya oleh pembuluh-pembuluh darah yang meliputi daerah jantung yang                             merata/datar, seperti di dasar dan di samping. Dua garis pembelah (terbentuk dari otot) pada lapisan luar         jantung menunjukkan di mana dinding pemisah di antara sebelah kiri dan kanan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Serambi&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Serambi (belum dibuat)"&gt;serambi&lt;/a&gt; (atrium) &amp;amp; &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Bilik&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Bilik (belum dibuat)"&gt;bilik&lt;/a&gt;             (ventrikel).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;        Secara internal, jantung dipisahkan oleh sebuah lapisan otot menjadi dua belah bagian, dari atas ke                         bawah, menjadi dua pompa. Kedua pompa ini sejak lahir tidak pernah tersambung. Belahan ini terdiri dari         dua rongga yang dipisahkan oleh dinding jantung. Maka dapat disimpulkan bahwa jantung terdiri dari                 empat rongga, serambi kanan &amp;amp; kiri dan bilik kanan &amp;amp; kiri.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;        Dinding serambi jauh lebih tipis dibandingkan dinding bilik karena bilik harus melawan gaya gravitasi                 bumi untuk memompa dari bawah ke atas, khususnya di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Aorta" title="Aorta"&gt;aorta&lt;/a&gt;, untuk memompa ke seluruh bagian tubuh             yang memiliki pembuluh darah. Dua pasang rongga (bilik dan serambi bersamaan) di masing-masing                     belahan jantung disambungkan oleh sebuah katup. Katup di antara &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Serambi_kanan&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Serambi kanan (belum dibuat)"&gt;serambi kanan&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Bilik_kanan&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Bilik kanan (belum dibuat)"&gt;bilik kanan&lt;/a&gt; disebut &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Katup_trikuspidalis&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Katup trikuspidalis (belum dibuat)"&gt;        katup trikuspidalis&lt;/a&gt; atau katup berdaun tiga. Sedangkan katup yang ada di antara &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Serambi_kiri&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Serambi kiri (belum dibuat)"&gt;serambi kiri&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Bilik_kiri&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Bilik kiri (belum dibuat)"&gt;bilik kiri&lt;/a&gt;         disebut &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Katup_mitralis&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Katup mitralis (belum dibuat)"&gt;katup mitralis&lt;/a&gt; atau katup berdaun dua.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;        Pada saat berdenyut, setiap ruang jantung mengendur dan terisi darah (disebut &lt;b&gt;diastol&lt;/b&gt;). Selanjutnya                 jantung berkontraksi dan memompa darah keluar dari ruang jantung (disebut &lt;b&gt;sistol&lt;/b&gt;). Kedua serambi                 mengendur dan berkontraksi secara bersamaan, dan kedua bilik juga mengendur dan berkontraksi secara         bersamaan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;        Darah yang kehabisan oksigen dan mengandung banyak karbondioksida (darah kotor) dari seluruh tubuh         mengalir melalui dua vena berbesar (vena kava) menuju ke dalam serambi kanan. Setelah atrium kanan             terisi darah, dia akan mendorong darah ke dalam bilik kanan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;        Darah dari bilik kanan akan dipompa melalui &lt;b&gt;katup pulmoner&lt;/b&gt; ke dalam &lt;b&gt;arteri pulmonalis&lt;/b&gt;, menuju ke &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Paru-paru" title="Paru-paru"&gt;        paru-paru&lt;/a&gt;. Darah akan mengalir melalui pembuluh yang sangat kecil (kapiler) yang mengelilingi kantong             udara di paru-paru, menyerap oksigen dan melepaskan karbondioksida yang selanjutnya dihembuskan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;        Darah yang kaya akan oksigen (darah bersih) mengalir di dalam vena pulmonalis menuju ke serambi kiri.             Peredaran darah di antara bagian kanan jantung, paru-paru dan atrium kiri disebut sirkulasi pulmoner.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;        Darah dalam serambi kiri akan didorong menuju bilik kiri, yang selanjutnya akan memompa darah bersih         ini melewati katup aorta masuk ke dalam aorta (arteri terbesar dalam tubuh). Darah kaya oksigen ini                     disediakan untuk seluruh tubuh, kecuali paru-paru&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7792526007100541282-6594193119355289536?l=sainsilmualam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sainsilmualam.blogspot.com/feeds/6594193119355289536/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sainsilmualam.blogspot.com/2009/02/anatomi-manusia.html#comment-form' title='9 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7792526007100541282/posts/default/6594193119355289536'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7792526007100541282/posts/default/6594193119355289536'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sainsilmualam.blogspot.com/2009/02/anatomi-manusia.html' title='ANATOMI MANUSIA'/><author><name>wirahadi saputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09544355496842078384</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_59gGMO1Pf-o/S7gng_2ijpI/AAAAAAAAAH4/wHZGuyqQ9Sk/S220/IMG_0392.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_59gGMO1Pf-o/SY2gaH_Y5KI/AAAAAAAAAAw/WbHOrpDdIZ4/s72-c/300px-Human-anatomy-zygote.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7792526007100541282.post-547354956720841321</id><published>2009-02-02T04:26:00.000-08:00</published><updated>2009-03-04T06:15:13.316-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='biologi'/><title type='text'>klasifikasi burung perkutut</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;A. Klasifikasi Hewan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Inilah klasifikasi perkutut dalam kamus besar biologi int&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_59gGMO1Pf-o/SaodW4KjSRI/AAAAAAAAABI/HROkSPIlJvs/s1600-h/female-perkutut-and-its-children-always-two-children.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 288px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_59gGMO1Pf-o/SaodW4KjSRI/AAAAAAAAABI/HROkSPIlJvs/s320/female-perkutut-and-its-children-always-two-children.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5308087389680519442" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;ernasional :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia                                : Animal&lt;br /&gt;Filum                                : Chordata&lt;br /&gt;Subfilum                        : Vertebrata&lt;br /&gt;klas                                    : Aves&lt;br /&gt;Subklas                          : Nearnithes&lt;br /&gt;Ordo                                 : Colombiformes&lt;br /&gt;Famili                               : Columbidae&lt;br /&gt;Subfamili                        : Columbidae&lt;br /&gt;Genus                              : Geopelia&lt;br /&gt;spesies                             : Geopelia Striata&lt;br /&gt;Nama Inggeris            : -Turtledove&lt;br /&gt;                -Peacefuldove&lt;br /&gt;                - Barred grounddove&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;B. Ciri-ciri Khusus (morfologi) Hewan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Burung perkutut mempunyai cirri-ciri morfologis :&lt;br /&gt;1)      Burung perkutut bertubuh kecil.Panjangnya berkisar antara 20-25 cm.&lt;br /&gt;2)      Kepalanya membulat kecil,berwarna abu-abu.&lt;br /&gt;3)      Paruhnya panjang meruncing dengan berwarna biru keabu-abuan.&lt;br /&gt;4)      Mata burung perkutut bulat dengan iris berwarna abu-abu kebiru-biruan.&lt;br /&gt;5)      Lehernya agak panjang dan ditumbuhi bulu-bulu halus.&lt;br /&gt;6)      Bulu disekitar dada dan leher membentuk pola garis melintang berwarna hitam dan putih.&lt;br /&gt;7)      Bulu yang menutupi badan perkutut berwarna kecokelatan.&lt;br /&gt;8)      Pada bulu sayap terdapat garis melintang berwarna cokelat tua.&lt;br /&gt;9)      Bulu ekornya yang juga berwarna cokelat agak panjang.&lt;br /&gt;10)  Jari-jari perkutut berjumlah 8 dengan kuku-kuku yang runcing.Jadi jumlah jari sebelah                 kaki adalah 4.&lt;br /&gt;11)  Tiga dari empat jarinya ada di depan  dan sebuah jari di belakang.&lt;br /&gt;12)  Jari-jari perkutut berguna untuk bertengger.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;C. Struktur dan Fungsi Alat Tubuh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;  Struktur dan fungsi alat tubuh burung perkutut (Geopelia Striata) sama seperti&lt;br /&gt;halnya jenis burung (aves) pemakan biji-bijian  pada umumnya.Berikut adalah&lt;br /&gt;struktur dan fungsi alat&lt;br /&gt;tubuh burung :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;   1.Penutup tubuh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Penutup tubuh burung perkutut (Geopelia Striata) adalah bulu.&lt;br /&gt;a) Struktur Bulu&lt;br /&gt;  Bulu adalah ciri khas kelas aves yang tidak dimiliki oleh vertebrata lain. Hampir seluruh                 tubuh aves ditutupi oleh bulu, yang secara filogenetik berasal dari epidermal tubuh,                     yang pada reptile serupa dengan sisik. Secara embriologis bulu aves bermula dari papil                 dermal yang selanjutnya mencuat menutupi epidermis. Dasar bulu itu melekuk ke                         dalam pada tepinya sehingga terbentuk folikulus yang merupakan lubang bulu pada                     kulit. Selaput epidermis sebelah luar dari kuncup bulu menanduk dan membentuk                         bungkus yang halus, sedang epidermis membentuk lapisan penyusun rusuk                                     bulu.Sentral kuncup bulu mempunyai bagian epidermis yang lunak dan mengandung                     pembuluh darah sebagai pembawa zat-zat makanan dan proses pengeringan pada                         perkembangan selanjutnya (Jasin, 1984).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan susunan anatomis bulu dibagi menjadi:&lt;br /&gt;·         Filoplumae, Bulu-bulu kecil mirip rambut tersebar di seluruh tubuh. Ujungnya                                 bercabang-cabang pendek dan halus. Jika diamati dengan seksama akan tampak terdiri                 dari shaft yang ramping dan beberapa barbulae di puncak.&lt;br /&gt;·         Plumulae, Berbentuk berbentuk hampir sama dengan filoplumae dengan perbedaan detail.&lt;br /&gt;·         Plumae, Bulu yang sempurna.&lt;br /&gt;·         Barbae&lt;br /&gt;·         Barbulae, Ujung dan sisi bawah tiap barbulae memiliki filamen kecil disebut barbicels yang             berfungsi membantu menahan barbula yang saling bersambungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Susunan plumae terdiri dari :&lt;br /&gt;· Shaft (tangkai), yaitu poros utama bulu.&lt;br /&gt;· Calamus, yaitu tangkai pangkal bulu.&lt;br /&gt;· Rachis, yaitu lanjutan calamus yang merupakan sumbu bulu yang tidak   berongga di                         dalamnya. Rachis dipenuhi sumsum dan memiliki jaringan.&lt;br /&gt;· Vexillum, yaitu bendera yang tersusun atas barbae yang merupakan cabang-cabang lateral             dari rachis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                    Gambar Struktur Bulu Burung&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_59gGMO1Pf-o/Saofq3J-bdI/AAAAAAAAABQ/oTQuVT6Gpvs/s1600-h/99.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 304px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_59gGMO1Pf-o/Saofq3J-bdI/AAAAAAAAABQ/oTQuVT6Gpvs/s320/99.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5308089932030307794" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Lubang pada pangkal calamus disebut umbilicus inferior, sedangkan lubang pada ujung                 calamus disebut umbilicus superior. Bulu burung pada saat menetas disebut neossoptile,             sedangkan setelah dewasa disebut teleoptile.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut letaknya, bulu aves dibedakan menjadi:&lt;br /&gt;·         Tectrices, bulu yang menutupi badan.&lt;br /&gt;·         Rectrices, bulu yang berada pada pangkal ekor, vexilumnya simetris dan berfungsi sebagai kemudi.&lt;br /&gt;·         Remiges, bulu pada sayap yang dibagi lagi menjadi:&lt;br /&gt;·         remiges primarie yang melekatnya secara digital pada digiti dan secara metacarpal pada metacarpalia.&lt;br /&gt;·         Remiges secundarien yang melekatnya secara cubital pada radial ulna.&lt;br /&gt;·         Remiges tertier yang terletak paling dalam nampak sebagai kelanjutan sekunder daerah siku.&lt;br /&gt;·         Parapterum, bulu yang menutupi daerah bahu.&lt;br /&gt;·         Ala spuria, bulu kecil yang menempel pada ibu jari (Jasin, 1984)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) Fungsi bulu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.      Dapat mencegah hilangnya panas tubuh dengan menggoyang-goyangkan             bulu mereka dalam cuaca dingin.&lt;br /&gt;2.      Sementara, saat cuaca panas, burung mempertahankan kesejukan tubuh dengan melicinkan bulu-bulu mereka.&lt;br /&gt;3.      Penutup tubuh.&lt;br /&gt;4.      Bulu di bagian bawah dan bulu yang terletak di sepanjang sayap dan ekor memiliki bentuk yang berbeda. Bulu-bulu ekor yang besar digunakan untuk mengemudi dan mengerem.&lt;br /&gt;5.      Untuk memperindah tubuh.&lt;br /&gt;6.      Plumae berfungsi agar dapat terbang.&lt;br /&gt;7.      Plamulae berfungsi Sebagai isolator.&lt;br /&gt;8.      Filoplumae Berfungsi sebagai sensor.&lt;br /&gt;9.      Mengangkat tubuh burung di udara.&lt;br /&gt;10.  Menahan panas sehingga tubuh burung dapat menjaga panas tubuhnya.&lt;br /&gt;11.  Untuk melindungi kulit dari serangga.&lt;br /&gt;12.  Untuk menghangatkan telur pada saat mengerami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;   2.Sistem Rangka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a)      Struktur rangka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Burung memiliki struktur tulang yang beradaptasi untuk terbang.Adaptasi&lt;br /&gt;tulang burung adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·        Burung memiliki paruh yang lebih ringan dibandingkan rahang dan gigi pada hewan mamalia.&lt;br /&gt;·        Burung memiliki sternum (tulang dada) yang pipih dan luas,berguna sebagai tempat pelekatan otot terbang yang luas.&lt;br /&gt;·        Tulang-tulang burung berongga dan ringan .Tulang-tulang tersebut sangat kuat karena memiliki struktur bersilang.&lt;br /&gt;·        Sayap tersusun dari tulang-tulang yang lebih sedikit dibandingkan tulang-tulang  pada tangan manusia.Hal ini berfungsi untuk mengurangi berat terutama ketika burung terbang.&lt;br /&gt;·        Tulang belakang bergabung untuk memberi bentuk rangka yang padat,terutama ketika mengepakkan sayap pada saat terbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Burung juga memiliki tulang-tulang yang khas yang sesuai untuk terbang.Anggota depan berubah fungsi menjadi sayap.Tulang dan dada membesar dan memipih sebagai tempat melekatnya otot-otot dan sayap.Hal ini memungkinkan burung untuk terbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut gambar struktur rangka pada burung (aves) :&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_59gGMO1Pf-o/SaogtjtyUdI/AAAAAAAAABY/GTCUe6iPJHs/s1600-h/skeleton-bird.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 422px; height: 337px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_59gGMO1Pf-o/SaogtjtyUdI/AAAAAAAAABY/GTCUe6iPJHs/s320/skeleton-bird.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5308091077863035346" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b)      Fungsi Rangka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut fungsi rangka pada burung perkutut :&lt;br /&gt;·        Tengkorak              : Melindungi otak dan isi kepala&lt;br /&gt;·        Tulang leher            : Untuk menghubungkan ke tempurung kepala.&lt;br /&gt;·        Tulang lengan          : Untuk menggerakkan sayap.&lt;br /&gt;·        Tulang hasta           : Tulang sayap yang menghubungkan dengan tulang&lt;br /&gt;                            lengan.&lt;br /&gt;·        Tulang pengumpil : Tulang sayap yang menghubungkan dengan tulang&lt;br /&gt;                      lengan.&lt;br /&gt;·        Korakoid               : Penghubung tulang dada.&lt;br /&gt;·        Tulang dada            : Tempat melekatnya oto untuk terbang.&lt;br /&gt;·        Tulang rusuk           : Tulang yang melindungi isi perut.&lt;br /&gt;·        Pelvis                     : Penghubung tulang ekor.&lt;br /&gt;·        Tulang ekor            : Tulang penghubung dengan kloaka.&lt;br /&gt;·        Tulang kering          : Penghubung tulang paha kebetis.&lt;br /&gt;·        Tulang paha            : Untuk persendian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;   3. Sistem Pencernaan Makanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Pencernaan adalah penguraian bahan makanan ke dalam zat-zat makanan dalam  saluran pencernaan untuk dapat diserap dan digunakan oleh jaringan-jaringan tubuh. Pada pencernaan tersangkut suatu seri proses mekanis dan kimiawi dan dipengaruhi oleh banyak faktor.&lt;br /&gt;a)     Jenis Makanan Burung Perkutut (Geopelia Striata) :&lt;br /&gt;Burung perkutut (Geopelia Striata) adalah burung jinak.Pada umumnya ,&lt;br /&gt;perkutut hidup berpasangan dan kadang-kadang bergerombol.Perkutut menyukai&lt;br /&gt;tempat terbuka untuk hidup.Tempat itu misalnya kebun,tegalan,padang rumput,&lt;br /&gt;atau halaman bangunan,terutama yang dekat dengan hutan.Makanan burung&lt;br /&gt;perkutut adalah biji-bijian seperti padi, jagung,dan jewawut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) Organ-organ Pencernaan Makanan.&lt;br /&gt;Organ pencernaan makanan pada burung perkutut (Geopelia Striata) sama&lt;br /&gt;halnya  dengan organ pencernaan burung pemakan biji-bijian lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut adalah gambar organ pencernaan pada burung :&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_59gGMO1Pf-o/SaohiF2XftI/AAAAAAAAABg/_XTf5Wh_X-k/s1600-h/055+Internal+anatomy+of+a+bird.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 237px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_59gGMO1Pf-o/SaohiF2XftI/AAAAAAAAABg/_XTf5Wh_X-k/s320/055+Internal+anatomy+of+a+bird.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5308091980379029202" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;c)      Fungsi organ pencernaan pada burung perkutut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·  Paruh                           : Mengambil makanan.&lt;br /&gt;·  Kerongkongan              : Saluran makanan menuju tembolok.&lt;br /&gt;·  Tembolok                     : Menyimpan makanan sementara.&lt;br /&gt;·  Lambung kelenjar         : Mencerna makanan secara kimiawi.&lt;br /&gt;·  Lambung pengunyah     : Menghancurkan makanan.&lt;br /&gt;·  Hati                              : Membantu mancerna makanan secara mekanis.&lt;br /&gt;·  Pankreas                      : Menghasilkan enzim.&lt;br /&gt;·  Usus halus                    : Tempat pencernaan sari makanan yang diserap&lt;br /&gt;                         oleh kapiler darah pada dinding usus halus.&lt;br /&gt;·  Usus besar                   : Saluran sisa makan ke rectum.&lt;br /&gt;·  Usus buntu                   : Memperluas daerah penyerapan sari makanan.&lt;br /&gt;·  Poros usus                    : Tempat penyimpan sisa makanan sementara.&lt;br /&gt;·  Koloaka                       : Muara 3 (tiga) saluran,yaitu :&lt;br /&gt;     - Pencernaan usus.&lt;br /&gt;- Saluran uretra dari ginjal&lt;br /&gt;- Saluran kelamin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d)      Sistem Pencernaan burung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada mulut terdapat paruh yang sangat kuat dan berfungsi untuk&lt;br /&gt;mengambil makanan.Makanan yang diambil oleh paruh kemudian masuk&lt;br /&gt;kedalam rongga mulut lalu menuju kerongkongan.Bagian bawah kerongkongan&lt;br /&gt;membesar berupa kantong yang disebut tembolok.Kemudian masuk ke lambung&lt;br /&gt;kelenjar .Disebut lambung kelenjar karena dindingnya mengandung kelenjar yang&lt;br /&gt;menghasilkan getah lambung yang berfungsi untuk mencerna makan secara&lt;br /&gt;kimiawi.Kemudian makan masuk menuju lambung pengunyah.Disebut lambung&lt;br /&gt;pengunyah karena dindingnya mengandung otot-otot kuat yang berguna untuk&lt;br /&gt;menghancurkan makanan.Didalam hati,empedal sering terdapat batu kecil atau&lt;br /&gt;pasir untuk membantu mencerna makanan secara mekanis.&lt;br /&gt;        Kemudian,makanan masuk menuju usus halus.Enzim yang dihasilkan oleh&lt;br /&gt;pankreas dan empedu dialirkan kedalam usus halus.Hasil pencernaan berupa sari-&lt;br /&gt;sari makanan diserap oleh kapiler darah pada dinding usus halus.Burung mem-&lt;br /&gt;punyai dua usus buntu yang terletak antara lambung dan usus.Usus buntu berguna&lt;br /&gt;untuk memperluas daerah penyerapan sari makanan.&lt;br /&gt;        Sisa makanan didorong ke usus besar kemudian kedalam poros usus&lt;br /&gt;(rektum) dan akhirnya dikeluarkan melalui kloaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistematis pencernaan makanan pada burung :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulut / paruh → Kerongkongan → Tembolok → Lambung kelenjar →&lt;br /&gt;Lambung pengunyah → Hati → Pankreas → Usus halus → Usus besar →&lt;br /&gt;Usus buntu → Poros usus (rectum) → Kloaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4. Sistem Pernapasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;a) Organ-organ Pernapasan pada Burung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alat pernapasan burung perkutut (Geopelia Striata) sama  seperti halnya jenis burung (aves) pemakan biji-bijian  pada umumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut adalah gambar alat pernapasan burung :&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_59gGMO1Pf-o/SaoibLkyBoI/AAAAAAAAABo/c_T7zzipOGQ/s1600-h/Bird-respiration-fig.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 282px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_59gGMO1Pf-o/SaoibLkyBoI/AAAAAAAAABo/c_T7zzipOGQ/s320/Bird-respiration-fig.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5308092961168426626" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;b) Sistem Pernapasan pada Burung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada burung, tempat berdifusinya gas pernapasan hanya terjadi di paru-paru. Paru-paru burung berjumlah sepasang dan terletak dalam rongga dada yang dilindungi oleh tulang rusuk.&lt;br /&gt;Jalur pernapasan pada burung berawal di lubang hidung. Pada tempat ini, udara masuk kemudian diteruskan pada celah tekak yang terdapat pada dasar faring yang menghubungkan trakea. Trakeanya panjang berupa pipa bertulang rawan yang berbentuk cincin, dan bagian akhir trakea bercabang menjadi dua bagian, yaitu bronkus kanan dan bronkus kiri. Dalam bronkus pada pangkal trakea terdapat sirink yang pada bagian dalamnya terdapat lipatan-lipatan berupa selaput yang dapat bergetar. Bergetarnya selaput itu menimbulkan suara. Bronkus bercabang lagi menjadi mesobronkus yang merupakan bronkus sekunder dan dapat dibedakan menjadi ventrobronkus (di bagian ventral) dan dorsobronkus ( di bagian dorsal). Ventrobronkus dihubungkan dengan dorsobronkus, oleh banyak parabronkus (100 atau lebih).&lt;br /&gt;Parabronkus berupa tabung tabung kecil. Di parabronkus bermuara banyak kapiler sehingga memungkinkan udara berdifusi. Selain paru-paru, burung memiliki 8 atau 9 perluasan paru-paru atau pundi-pundi hawa (sakus pneumatikus) yang menyebar sampai ke perut, leher, dan sayap. Pundi-pundi hawa berhubungan dengan paru-paru dan berselaput tipis. Di pundi-pundi hawa tidak terjadi difusi gas pernapasan; pundi-pundi hawa hanya berfungsi sebagai penyimpan cadangan oksigen dan meringankan tubuh. Karena adanya pundi-pundi hawa maka pernapasan pada burung menjadi efisien. Pundi-pundi hawa terdapat di pangkal leher (servikal), ruang dada bagian depan (toraks anterior), antara tulang selangka (korakoid), ruang dada bagian belakang (toraks posterior), dan di rongga perut (kantong udara abdominal).&lt;br /&gt;Masuknya udara yang kaya oksigen ke paru-paru (inspirasi) disebabkan adanya kontraksi otot antartulang rusuk (interkostal) sehingga tulang rusuk bergerak keluar dan tulang dada bergerak ke bawah. Atau dengan kata lain, burung mengisap udara dengan cara memperbesar rongga dadanya sehingga tekanan udara di dalam rongga dada menjadi kecil yang mengakibatkan masuknya udara luar. Udara luar yang masuk sebagian kecil tinggal di paru-paru dan sebagian besar akan diteruskan ke pundi- pundi hawa sebagai cadangan udara.&lt;br /&gt;Udara pada pundi-pundi hawa dimanfaatkan hanya pada saat udara (OZ) di paruparu berkurang, yakni saat burung sedang mengepakkan sayapnya. Saat sayap mengepak atau diangkat ke atas maka kantung hawa di tulang korakoid terjepit sehingga oksigen pada tempat itu masuk ke paru-paru. Sebaliknya, ekspirasi terjadi apabila otot interkostal relaksasi maka tulang rusuk dan tulang dada kembali ke posisi semula, sehingga rongga dada mengecil dan tekanan menjadi lebih besar dari tekanan di udara luar akibatnya udara dari paru-paru yang kaya karbon dioksida keluar. Bersamaan dengan mengecilnya rongga dada, udara dari kantung hawa masuk ke paru-paru dan terjadi pelepasan oksigen dalam pembuluh kapiler di paru-paru. Jadi, pelepasan oksigen di paru-paru dapat terjadi pada saat ekspirasi maupun inspirasi.&lt;br /&gt;Kecepatan respirasi pada berbagai hewan berbeda bergantung dari berbagai hal, antara lain, aktifitas, kesehatan, dan bobot tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut adalah gambar system pernapasan pada burung :&lt;br /&gt;Gambar sistem pernapasan burung&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_59gGMO1Pf-o/SaojfKcBOtI/AAAAAAAAABw/zGKfa9NGKvY/s1600-h/95a.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 247px; height: 270px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_59gGMO1Pf-o/SaojfKcBOtI/AAAAAAAAABw/zGKfa9NGKvY/s320/95a.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5308094129094343378" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bagan pernapasan pada burung adalah sebagai berikut.&lt;br /&gt;Burung mengisap udara Þ udara mengalir lewat bronkus ke pundi-pundi hawa bagian belakang Þ bersamaan dengan itu udara yang sudah ada di paru-paru mengalir ke pundipundi hawa Þ udara di pundi-pundi belakang mengalir ke paru-paru Þ udara menuju pundipundi hawa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.                 Sistem Sirkulasi&lt;br /&gt;System sirkulasi burung perkutut (Geopelia Striata) sama  seperti halnya jenis   burung (aves) pemakan biji-bijian  pada umumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) Organ Sirkulasi pada burung perkutut&lt;br /&gt;Pada burung perkutut organ sirkulasinya sama dengan mamalia/manusia. Burung perkutut mempunyai jantung yang terdiri dari empat ruang,yaitu dua serambi,dan dua bilik.Sekat biliknya sempurna sehingga darah bersih dan darah kotor tidak bercampur.Sistem peredaran darah burung tertutup dan rangkap (ganda).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Berikut gambar bagian jantung pada burung&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_59gGMO1Pf-o/SaokYs5DUsI/AAAAAAAAAB4/NNOtonS6ds8/s1600-h/bird_heart.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 250px; height: 192px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_59gGMO1Pf-o/SaokYs5DUsI/AAAAAAAAAB4/NNOtonS6ds8/s320/bird_heart.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5308095117595464386" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;b)  Sistem sirkulasi burung&lt;br /&gt;        Peredaran darah burung adalah dari paru-paru mengangkut oksigen masuk&lt;br /&gt;   ke serambi kiri,kemudian ke bilik kiri.Dari bilik kiri darah di pompa ke&lt;br /&gt;   seluruh tubuh melalui aorta.Dise-sel tubuh darah melepaskan O2 dan&lt;br /&gt;   mengikat ­CO2.Darah yang mengandung banyak CO2 ini masuk serambi kanan&lt;br /&gt;   melalui pembuluh balik.Selanjutnya darah masuk bilik kanan,kemudian di&lt;br /&gt;   pompa masuk ke paru-paru.Didalam paru-paru darah melepaskan CO2 dan&lt;br /&gt;   mengikat O2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                Berikut gambar system peredaran darah burung&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_59gGMO1Pf-o/Saokzoa65oI/AAAAAAAAACA/i4iXdqxnHbk/s1600-h/blooda.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 278px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_59gGMO1Pf-o/Saokzoa65oI/AAAAAAAAACA/i4iXdqxnHbk/s320/blooda.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5308095580251809410" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bagan sirkulasi pada burung&lt;br /&gt;  Paru-paru → Serambi kiri → Bilik kiri → Seluruh tubuh → Serambi kanan&lt;br /&gt;  → Bilik kanan → Paru-paru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13&lt;br /&gt;6.  Sistem Syaraf Burung Perkutut&lt;br /&gt;System syaraf burung perkutut (Geopelia Striata) sama  seperti halnya jenis   burung (aves) pemakan biji-bijian  pada umumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;System saraf burung berupa otak dan sum-sum tulang belakang pada burung.Otak besar dan otak kecil berkembang dengan baik.Permukaan otak kecil berkembang dengan baik.Permukaan otak kecil berlipat-lipat sehingga permukaannya semakin luas.Hal tersebut menyebabkan burung memiliki keseimbangan yang cukup baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Burung mempunyai pusat penglihatan yang sangat besar.Pusat penglihatan ini merupakan pelebaran dari otak bagin tengah yang membentuk dua gelembung.Pusat pembau berukuran kecil sehingga indera pembau tidak berkembang dengan sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Berikut gambar otak pada burung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                Gambar otak pada burung&lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Sistem Reproduksi Burung Perkutut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;System reproduksi burung perkutut (Geopelia Striata) sama  seperti halnya jenis   burung (aves) pemakan biji-bijian  pada umumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) Organ reproduksi burung&lt;br /&gt;1).  Organ reproduksi pada burung jantan meliputi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Vasdeverens              : Tempat menyalurkan sperma.&lt;br /&gt;- Ureter                        : Saluran kelamin menuju kloaka.&lt;br /&gt;- Kloaka                      : Saluran kelamin&lt;br /&gt;- Testis                         : Alat untuk memproduksi sperma dan hormon kelamin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14&lt;br /&gt;Berikut gambar organ reproduksi burung jantan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;               &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                    Gambar organ reproduksi burung jantan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2)  Organ reproduksi pada burung betina&lt;br /&gt;          Organ reproduksi pada burung betina meliputi :&lt;br /&gt;        - Ovarium                     : Tempat menghasilkan ovum&lt;br /&gt;        - Oviduk                      : Tempat berlangsungnya fertilisasi&lt;br /&gt;        - Kloaka                      : Tempat masuknya sperma jantan dan&lt;br /&gt;                            mengeluarkan telur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Berikut gambar organ reproduksi pada burung betina&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar organ reproduksi burung betina&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                                                                                                            15&lt;br /&gt;b) System Reproduksi Burung Perkutut&lt;br /&gt;Kelompok burung merupakan hewan ovipar. Walaupun kelompok burung tidak memiliki alat kelamin luar, fertilisasi tetap terjadi di dalam tubuh. Hal ini dilakukan dengan cara saling menempelkan kloaka.&lt;br /&gt;Pada burung betina hanya ada satu ovarium, yaitu ovarium kiri. Ovarium kanan tidak tumbuh sempurna dan tetap kecil yang disebut rudimenter. Ovarium dilekati oleh suatu corong penerima ovum yang dilanjutkan oleh oviduk. Ujung oviduk membesar menjadi uterus yang bermuara pada kloaka. Pada burung jantan terdapat sepasang testis yang berhimpit dengan ureter dan bermuara di kloaka.&lt;br /&gt;Fertilisasi akan berlangsung di daerah ujung oviduk pada saat sperma masuk ke dalam oviduk. Ovum yang telah dibuahi akan bergerak mendekati kloaka. Saat perjalanan menuju kloaka di daerah oviduk, ovum yang telah dibuahi sperma akan dikelilingi oleh materi cangkang berupa zat kapur.&lt;br /&gt;Telur dapat menetas apabila dierami oleh induknya. Suhu tubuh induk akan membantu pertumbuhan embrio menjadi anak burung. Anak burung menetas dengan memecah kulit telur dengan menggunakan paruhnya. Anak burung yang baru menetas masih tertutup matanya dan belum dapat mencari makan sendiri, serta perlu dibesarkan dalam sarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut gambar bagian-bagian telur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fungsi bagian-bagian telur aves :(1)Titik embrio --&gt; bagian yang akan berkembang menjandi embrio(2)Kuning telur --&gt; cadangan makanan embrio(3)Kalaza --&gt; menjaga goncangan embrio(4)Putih telur --&gt; menjaga embrio dari goncangan(5)Rongga udara --&gt; cadangan oksigen bagi embrio&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16&lt;br /&gt;8.  Sistem Ekskresi Burung Perkutut&lt;br /&gt;Alat Ekskresi pada burung perkutut sama halnya dengan burung pemakan biji-bijian lainnya.&lt;br /&gt;Alat ekskresi pada burung terdiri dari ginjal(metanefros),paru-paru,dan kulit.Burung memiliki sepasang ginjal yang berwarna cokelat.Saluran ekskresi terdiri dari ginjal yang menyatu dengan saluran kelamin pada bagian akhir usus (kloaka).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut gambar ginjal burung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                      Gambar ginjal burung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Burung mengekskresikan zat berupa asam urat dan garam.Kelebihan larutan gram akan mengalir ke rongga hidung dan keluar melalui nares (lubang hidung).Burung hampir tidak memiliki kelenjar kulit,tetapi memiliki kelenjar minyak yang terdapat pada tunggingnya.Kelenjar minyak berguna untuk meminyaki bulu-bulunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9.  Organon Sensoris&lt;br /&gt;Burung memiliki indra penglihatan yang sangat baik.Susunan matanya sama seperti mata manusia.Retina mata burung mempunyai dua macam sel penerima cahaya yaitu sel batang dan sel kerucut.&lt;br /&gt;1) Sel Batang&lt;br /&gt;  Sel batang peka terhadap rangsang cahaya lemah.Pada burung malam,misalnya burung hantu,retina mata mengandung banyak sel batang.Banyaknya sel batang mengakibatkan burung hantu dapat melihat dengan baikditempat gelap (malam hari).Sebaliknya,pada siang hari burung hantu tidak dapat melihat dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17&lt;br /&gt;2) Sel Kerucut&lt;br /&gt;  Sel kerucut bersifat peka terhadap cahaya yang kuat.Burung yang aktivitasnya pada siang hari,misalnya perkutut dan merpati,matanya memiliki banyak sel kerucut.&lt;br /&gt;  Lensa mata pada burung mempunyai kemampuan mencembung dan memipih (berakomodasi) dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Indra pembau pada burung tidak berkembang.Indra pembau (hidung) burung jarang digunakan,bahkan hamper tidak pernah digunakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Indra pendengaran pada burung berkembang dengan baik.Terbukti burung dapat membedakan bermacam-macam kicauan.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7792526007100541282-547354956720841321?l=sainsilmualam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sainsilmualam.blogspot.com/feeds/547354956720841321/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sainsilmualam.blogspot.com/2009/02/klasifikasi-burung-perkutut_02.html#comment-form' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7792526007100541282/posts/default/547354956720841321'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7792526007100541282/posts/default/547354956720841321'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sainsilmualam.blogspot.com/2009/02/klasifikasi-burung-perkutut_02.html' title='klasifikasi burung perkutut'/><author><name>wirahadi saputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09544355496842078384</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_59gGMO1Pf-o/S7gng_2ijpI/AAAAAAAAAH4/wHZGuyqQ9Sk/S220/IMG_0392.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_59gGMO1Pf-o/SaodW4KjSRI/AAAAAAAAABI/HROkSPIlJvs/s72-c/female-perkutut-and-its-children-always-two-children.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry></feed>
